apakah penyakit hiv bisa disembuhkan

Sebuah studi pembuktian konsep membuat para dokter yang merawat pasien dengan HIV bersemangat mengenai kemungkinan-kemungkinan baru untuk pengobatan dan kemugkinan remisi HIV. Para dokter ini berbicara kepada audiens dalam acara ID Week di Boston terkait ‘apa yang sedang hangat di penelitian HIV’

Seperti yang dikutip oleh TemanSehati dari ManagedHealthCareExecutive Bernard Macatangay, M.D asosiat pprofesor dari ilmu kedokteran dan imunologi Universitas Pittsburgh menyatakan bahwa terdapat kemungkinan penyembuhan HIV dengan menggunakan teknologi transplantasi ‘stem cell’ yang disebutkan beberapa literatur yang menghasilkan pasien hingga memperoleh keadaan remisi HIV.

Istilah remisi HIv disini merujuk pada kondisi jumlah virus yang sangat-sangat sedikit di dalam tubuh orang dengan HIV sehingga tidak dapat dideteksi dengan alat. Virus HIV dalam keadaan tak aktif dan tidak menunjukkan gejala untuk berkembang, tanpa harus melanjutkan pengobatan ARV.

Michelle Cespedes, M.D profesor kedokteran dari Ichan School of Medicine di Mount Sinai New York mendiskusikan keberhasilan Sunleca (lenacapavir) pada studi fasa 1 yang mengombinasikan dengan ‘broadly neutralizing antibodies’ (bnAbs) dimana antibodi ini mentarget secara spesifik epitope virus dan menawarakan cara baru untuk membunuh virus HIV-1. Antibodi ini ternyata juga dapat menetralisasi berbagai strain HIV. Hasil ini memberikan harapan baru untuk terapi yang dapat melindungi dari mutasi HIV.

Sunleca adaah ARV generasi pertama dari golongan ‘caspid inhibitor’. Sunleca bekerja dengan memblok caspid atau protein pembungkus material genetik virus HIV dan mencegah HIV untuk bisa melanjutkan siklus perkembangan HIVnya. Sunleca saat ini menjadi perbincangan hangat karena banyak studi yang dilakukan untuk menggunakan Sunleca sebagai obat untuk pasien yang belum pernha terapi, untuk keperluan PrEP, dan untuk pasien yang ingin berganti jenis terapi ARV.

FDA atau badan POM Amerika Serikat menyetujui penggunaan Sunleca pada Desember tahun 2022 lalu dimana tujuan awal penggunaannya adalah untuk menerapi orang dengan HIV yang sudah mengalami MDR (multydrug reseistant) terhadap inveksi HIV.

Salah satu hal yang menarik dari penggunaan Sunleca yang di gabung dengan bnAbs teropavimab and zinlirvimab sebagai rejimen yang potensial untuk terapi ARV adalah kombinasi ini sangat potensial untuk menjaga pasien HIV tetap pada tingkat jumlah virus tidak terdeteksi dan mendorong kemungkinan pasien memperoleh remisi HIV.

Gilead saat inis edang melakukan rekrutmen volenter untuk studi fasa 2 yang akan menilai dua tingkat dosis yang berbeda dari bnAbs serta mengevaluasi ekfektifitas pasien yang melakukan pergantian regimen ke Sunlenca, teropavimab, and zinlirvimab dibandingkan dengan pasien yang melakukan pengobatan oral. Studi ini akan melibatkan sekitar 75 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *