4 Orang Yang Sembuh Dari HIV, Siapa Sajakah Mereka?

siapa orang yang sembuh dari hiv

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini dapat merusak sistem imun seseorang dengan cara menghancurkan sel yang berfungsi untuk melawan penyakti dan infeksi. Tanpa adanya perawatan medis yang cukup baik maka seseorang yang terinfeksi HIV dapat menuju ke kondisi yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) yaitu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang sudah sangat rusak sehingga tubuh kesulitan untuk dapat melawan berbagai macam infeksi.

Seperti yang SahabatSehati ketahui, sekali seseorang terinfeksi HIV maka orang tersebut akan membawa virus ini seumur hidupnya. Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk HIV. Namun, berita gembiranya adalah dengan terapi ARV (antiretrovial) seseroang yang terinfeksi HIV dapat mengontrol jumlah virus didalam tubuhnya sehingga orang tersebut tidak sampai jatuh pada fasa AIDS. Dengan terapi ARV maka orang yang positif HIV bisa hidup sehat, menjalani hidup normal seperti orang yang tidak terinfeksi HIV.

Dari tahun 1980 an pertama kali ditemukan kasus HIV di dunia sampai saat ini terdapat 4 orang yang beruntung bisa sembuh dari HIV. Bagaimana mereka bisa sembuh dari HIV dan prosedur medis apa yang telah dilakukan oleh dokter terhadap mereka lebih jelasnya lanjutin baca artikelnya sampai selesai ya 🙂

Timothy Ray Brown atau ‘Berlin Patient’
Adalah orang pertama yang sembuh dari HIV. Timothy mendapatkan dua kali transplantasi stem cell untuk menyembuhkan kanker leukimianya pada tahun 2006, Onkologisnya yaitu Dr Gero Hutter saat itu mendapatkan ide bahwa dengan menggunakan stem cell memakai donor yang memiliki mutasi CCR5-delta32 pada sel CD4-nya maka dokter tersebut berspekulasi dapat menyembuhkan baik kanker dan HIV Timothy.

Timothy menjalani terapi kemo dan radiasi yang sangat intensif untuk membunuh sel kankernya. Dia hampir saja meninggal saat menjalani hal ini diakibatkan terjadi banyak komplikasi. Namun, stem cell dari donor yang diterimanya mulai membangun sistem imun baru yang kebal terhadap virus HIV, dan Timothy pun berngasur pulih. Brown menghentikan ARV yang dia konsumsi pada saat transplantasi pertama di usia 40 tahun, dan viral loadnya tidak pernah mengalami rebound (terdeteksi). Dokter secara berkala melakukan pemeriksaan HIV pada darah, perut, dan jaringan lainnya untuk mengetahui ada atau tidaknya replikasi HIV akan tetapi mereka tidak pernah menemukannya. Sayangnya pada September 2020, Timothy Brown meninggal akibat leukimianya kembali kambuh setelah 13 tahun terbebas dari HIV.

Sekilas Tentang CCR5-delta32
Agar dapat menginfeksi tubuh manusia maka HIV membutuhkan sel CD4 untuk memperbanyak dirinya. Nah, supaya HIV dapat masuk ke dalam sel CD4 maka HIV membutuhkan sel reseptor CD4 dan juga koreseptor yang disebut CCR5, keduanya ada dalam sel CD4. Virus HIV akan menempatkan sedemikian rupa dirinya pada reseptor dan koreseptor ini sehingga virus bisa masuk ke dalam sel CD4. Setelah HIV bisa masuk ke dalam sel CD4 maka HIV akan mulai menjalankan proses untuk membajak sel CD4 untuk dijadikan pabrik membentuk HIV baru.

Terdapat orang-orang yang sangat beruntung didunia ini yang terlahir CD4 nya tidak memiliki koreseptor CCR5 atau gen didalam tubuhnya mengalami mutasi yang dikenal dengan mutasi CCr5-delta32. Hanya 1% populasi orang di Eropa Utara terutama di Swedia memiliki mutasi gen ini sehingga mereka kebal terhadap infeksi HIV.

Oleh sebab itulah Timothy Brown harus menerima donor stem cell dari orang yang memiliki mutasi CCR5-delta32 untuk di transplantasikan kepada dirinya sehingga tubuhnya membangun sistem imun dimana CD4 nya tidak memiliki koreseptor CCR5 alhasil dia bisa kebal terhadap HIV selama 13 tahun.

Adam Castillejo atau ‘London Patient’
Seperti halnya Timothy Brown, Adam Castillejo hidup lima tahun dengan HIV sebelum dirinya di diagnosis kanker ‘Hodgkin Lymphoma’ yaitu salah satu jenis kanker yang menyerang sistem limfatik atau kelenjar getah bening pada tahun 2016. Castillejo menerima kemoterapi sebelum menjalani transplantasi stem cell dari donor yang memiliki mutasi CCr5-delta 32. Satu setengah tahun setelah proses transplantasi dia menghentikan konsumsi ARV pada September 2017, dan sampai sekarang dia terbebas dari HIV.

Pada konferensi CROI 2019 (Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections) ilmuwan mempublikasikan hasil penelitian dari Castillejo, dan Maret 2020 dia membuka jati dirinya lewat sebuah artikel di ‘The New York Times’ disebabkan dia merasa ada tanggung jawab terhadap dunia Sains serta komunitas HIV di dunia.

Ironis memang pada tahun 2019 kanker Timothy kambuh, dan 2020 dia menyatakan bahwa dirinya sakit parah. Dikutip dari POZ, Timothy megatakan ‘Adam sekarang waktunya dirimu menggantikanku, kamu memegang lentera harapan yang aq limpahkan kepadmu’

‘Aku akan berbuat yang terbaik untuk memberikan harapan bagi banyak orang’, kata Castillejo.

Wanita Dari New York atau ‘New Yok Patient’
Seorang wanita yang tinggal di New York di diagnosis HIV positif 2013, empat tahun setelahnya dia dinyatakan memiliki kanker ‘Myeloid Leukimia’ pada 2017. Seperti halnya Timothy, wanita ini melakukan kemoterapi dan radiasi seluruh tubuh sebelum menjalani transplantasi.

Transplantasi yang dilakukan oleh ilmuwan terhadap wanita ini adalah jenis baru dimana menggunakan kombinasi sel darah tali pusat yang memiliki mutasi CCr5-delta32 dan stem cell yang memiliki kecocokan parsial yang didonor dari relatifnya, metode ini dikenal dengan nama ‘halplo-cord transplant’. Proses transplantasi berjalan dengan baik, dan dalam waktu 100 hari wanita ini memiliki sistem imun yang resisten terhadap HIV. Setelah 14 bulan wanita ini stop ARV dan 4,5 tahun setelah menjalani transplantasi viral load HIV nya tidak terdeteksi, hal ini dilaporkan dalam CROI 2022.

‘City of Hope Patient’
Seorang laki-laki yang positif HIV sejak 1988 dan berusia 66 tahun telah menjalani transplantasi stem cell untuk menyembuhkan kanker leukimia dan HIV nya. Pria ini dikenal dengan ‘City of Hope’ Patient yang diambil dari nama rumah sakit yang ada di Duarte, California Amerika.

Pasien berusia 66 tahun ini yang sampai saat ini masih menginginkan dirinya ‘anonim’ adalah individu tertua yang mencapai remisi baik HIV dan leukimia setelah menjalani transplantasi setm cell dari donor yang memiliki mutasi CCR5-delta32. Lelaki ini menjadi orang ke empat yang mencapai remisi HIV dalam jangka waktu yang lama.

Sebenarnya terdapat satu pasien lagi yang dikenal dengan nama ‘Dusseldorf Patient’, dimana pasien ini tak mengalami rebound HIV lebih dari tiga tahun setelah menghentikan terapi ARV nya mengikuti kerberhasilan transplantasi dengan cel yang memiliki mutasi CCR5-delta32. Sedikit sekali cerita dari pasien ini di publikasikan sehingga tidak mendapatkan atensi dari media, namun dokter yang menangani pasien ini Dr Bjorn menyatakan bahwa lelaki ini hampir pasti sembuh dari HIV.

Remisi HIV
Alih-alih mengatakan sembuh dari HIV maka istilah remisi HIV lebih banyak dipergunakan. Remisi HIV artinya seseorang tetap memiliki viral load yang tidak terdeteksi setelah terapi ARV dihentikan. Pada kasus diatas ke empat orang tersebut telah mencapai remivi HIV walaupun mereka tidak mengkonsumsi ARV, contohnya Timothy yang terbebas dari HIV selamam 13 tahun setelah dia menjalani transplantasi stem cell.

Kasus-kasus diatas adalah kasus yang sangat spesifik dan membutuhkan prosedur penyembuhkan yang sangat kompleks. Untuk menemukan donor yang cocok dengan pasien merupakan usaha yang sangat melelahkan, belum lagi prosedurnya juga dapat mengakibatkan komplikasi yang serius. Oleh sebab itulah prosedur penyembuhan ini tidak dapat dipakai untuk semua orang yang terinfeksi HIV. Akan tetapi cerita kesuksesan ini akan dapat membuat sumbangsih terhadap alternatif penyembuhan HIV.

Saat ini patuh dengan terapi ARV adalah salah satu pengobatan terbaik bagi orang yang hidup dengan HIV positif, teratur minum ARV dan menjaga kepatuhannya 100% dapat membawa ke viral load tidak terdeteksi sehingga kita akan bisa hidup sehat.

Referensi :
https://www.aidsmap.com/news/aug-2022/california-man-appears-be-another-person-cured-hiv-after-stem-cell-transplant
https://www.livescience.com/third-person-cured-hiv-stem-cell-transplant-from-cord-blood
https://www.nbcnews.com/health/health-news/5th-person-likely-cured-hiv-another-long-term-remission-rcna40116
https://www.healthline.com/health-news/how-a-4th-person-was-cured-of-hiv-after-stem-cell-treatments#The-case-of-the-City-of-Hope-patient

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *