Vitamin D Bantu Terapi ARV Menjadi Lebih Efektif

Square

sumber vitamin D

HIV menyerang sel CD4 atay Sel T yang merupakan jenis sel darah putih yang berperan untuk membentu sistem imun tubuh dalam menghadapi berbagai macam infeksi. Terapi antiretroviral bertujuan untuk mengkontrol jumlah virus HIV dan meningkatkan kembali sistem imun, namun sayangnya efektifitas terapi ini dihambat dengan rendahnya vitamin D dalam tubuh.

vitamin D ternyata dapat membantu orang dengan positif HIV yang memulai terapi ARV untuk dapat merekoveri sistem imunnya jauh lebih cepat .

 

Penggalan diatas adalah kesimpulan studi terbaru yang dimuat dalam ‘Clinical Nutrition’. Peneliti utama Amara Ezeamama menyatakan dari University of georgia di Athena menyatakan,

 

‘Dengan obat ARV maka orang dengan hiv positif bisa bertahan hidup jauh lebih lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana defisiensi vitamin D mempengaruhi terapi ARV’

 

Untuk penelitian ini Prof. Ezeamama membutuhkan waktu 18 bulan untuk menganalis data dari 398 orang dengan HIV positif yang telah melakukan terapi ARV. Data awal dikumpulkan adalah tingkat vitamin D dalam pasien serta pengukuran CD4 pada bulan 0,3,6,12, dan 18 bulan.

 

Para peneliti mendapatkan hasil bahwa sukarelawan yang tidak kekurangan vitamin D ternyata memiliki peningkatan sel CD4 yang cukup signifikan dibandingkan dengan pasien yang mengalami defisiensi vitamin D.

 

Sebagai tambahan dari penelitian ini adalah vitamin D ternyata dapat membantu orang dengan positif HIV yang memulai terapi ARV untuk dapat merekoveri sistem imunnya jauh lebih cepat namun demikian para peniti juga menyatakan bahwa hal ini akan memerlukan penelitian lebih lanjut guna meneliti efek yang belum diketahui.

 

Makanan yang banyak mengandungvitamin D adalah cod liver oil, minyak ikan, jamur, makanan yang mengandung biji-bijian utuh atau sereal, tofu, caviar, produk olahan susu, yogurt, telur, kacang-kacangan, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *