Tes HIV

Apa itu Tes HIV?
Tes HIV memberi manfaat apakah kita terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS. Pada umumnya tes yang dilakukan adalah mencari antibodi terhadap HIV. Antibodi ini adalah protein yang di hasilkan oleh sistem imun untuk menanggapi virus HIV yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh memerlukan waktu antara 3 minggu hingga 3 bulan dari mulai virus masuk sampai bisa di hasilkan antibodi terhadap HIV ini. Selama periode ini (disebut juga periode jendela) tes HIV akan menghasilkan hasil negatif.

Prosedur tes HIV
Tes HIV yang dilakukan di layanan kesehatan biasanya disebut sebagai VCT. VCT biasa di artikan sebagai konseling HIV & tes HIV secara sukarela. Sebelum dilakukan VCT maka kita akan di konseling untuk pemberian informasi mengenai HIV, terapi, dan tindak lanjut jika hasilnya positif. Setelah itu pengambilan darah di laboratorium dilakukan setelah Anda menandatangani inform concern (surat pernyataan kesediaan tes). Hasil tes akan Anda terima dengan di konseling lagi via konselor yang sama pada saat sebelum tes.

Dimanakah saya bisa tes HIV?
Layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah menyediakan layanan tes VCT. Biaya yang dibebankan biasanya gratis namun layanan biasanya hanya memungut biaya untuk administrasi pendaftaran. Klinik swasta sekarang juga menyediakan layanan untuk tes HIV.

Tiga jenis tes HIV
Terdapat tiga jenis reagen sesuai dengan standar WHO yang dipergunakan untuk tes VCT di Indonesia. Reagen pertama atau biasa disebut sebagai ‘rapid tes’ dipakai untuk mengetahui antibodi HIV dalam tubuh. Hasil tes dengan menggunakan rapid tes adalah benar untuk lebih dari 99,5% (lembaran informasi 102 Spiritia).

Jika hasil pertama ini nonreaktif maka tidak akan dilakukan tes untuk reagen kedua dan ketiga. Namun jika sebaliknya maka akan dilakukan tes dengan reagen ke-2 dan 3. Reagen dua dan tiga bersifat menegakkan hasil tes pertama dimana reagen-reagen ini memiliki spesifikasi yang tinggi terhadap virus HIV. Biasanya reagen yang dipakai memiliki kriteria untuk mencari bagian virus yang berbeda yang berasal dari inti virus (core) dan pembungkus virus (envelopes).

Jika reagen dua dan tiga menunjukkan hasil reaktif maka Anda dinyatakan positif HIV namun jika salah satunya nonreaktif maka disebut sebagai intermediate reaktif dan biasanya Anda akan disuruh cek lagi beberapa minggu kemudian.

Bagaimana jika kita positif?
Mengetahui status positif HIV awalnya sangat menguras emosi kita, namun postest yang dilakukan konselor setidaknya memberikan informasi kepada kita untuk bagaimana tahap selanjutnya yang harus kita lakukan. Mencari kelompok dukungan sebaya atau teman sebaya yang sama-sama positifnya di layanan kesehatan tersebut akan dapat mebantu proses penerimaan Anda.