Terus Bertumbuh……

Teman saya yang sau ini sebut saja namanya Efendy. Dia adalah teman odha pertama saya dari rumah sakit yang sama dan juga seorang gay. Manajer kasus (MK) menghubungkan saya dengan Efendi sebab saat pertama kali di vonis positif sepertinya dia membutuhkan dukungan. Saat itu saya juga tak tahu alasan MK memberikan nomor saya kepadanya, tapi yang saya ketahuinya katanya saya adalah contoh ODHA yang hidupnya bawaannya selalu ceria hehehhehehe

Efendi saat itu labil, terlebih setelah dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebagai salah satu staf perusahaan waralaba ayam goreng yang saat ini lagi terkenal. Bahkan sempat beberapa kali memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Demi diterima di keluarganya, dia pun berani membawa kakak serta ibunya ke rumah sakit guna mendapatkan penjelasan yang benar mengenai HIV AIDS. Alhamdulillah sampai sekarang keluarganya pun bisa menerima dia dengan sangat baik. Hal yang sangat berani yang jujur belum bisa saya lakukan guna mengaku positif pada keluarga saya.

Dengan beranjaknya waktu Efendi pun mulai bisa menata hidupnya, bahkan dia sempat bekerja kembali di salah satu outsoursing Bank terkenal. Ngakunya ke saya sih bagian ngitungan duit untuk mesin atm gitu, sampai kadang status bbm nya membuat saya tertawa, ‘ngiler tiap hari ngitung uang ratusan juta rupiah tapi bukan jadi milik sendiri’ gitu kelakarnya di BBM.

Sayangnya Efendi hanya bertahan setahun bekerja disana, dengan alasan kontraknya tidak diperpanjang maka dia pun di PHK. Putar otak pun dilakukannya, kalau bisa banting setir jadi pengusaha supaya isa mandiri katanya dengan percaya diri. Gayung pun bersambut, salah satu temannya menawarkan dia untuk mengelola salah satu lapak buah-buahan miliknya. Sistem bagi hasil diterapkan sebagai upah kesehariannya.

Memang hidup yang kita jalani tidak semanis sinetron yang sering disiarin TV ya. Kata Efendi jualan buah hasilnya tidak menentu, kadang laku bahkan tak jarang buahnya tidak laku sama sekali. ‘Kamu harus sabar to ndi, minimal setahun kamu menekuni usahamu ini agar tahu hasilnya bagus apa ndak’, begitu saran saya kepadanya jika dia mengeluh dengan pekerjaannya.

Ternyata jualan buah pun tak bertahan lama, Efendi memutuskan untuk tidak bergabung dengan temannya dan berusaha untuk bisa berjualan sendiri. Kenal deh teman dari grindr, dan ternyata dia diajarin pijet sama temen barunya ini. ‘Saya sekarang jadi tukang pijet tapi bukan pijet plus-plus, saya mau ngumpulin uang untuk bisa buka usaha sendiri,’ kata Efendi kepada saya.

Dan ternyata, Efendi membuktikannya. Saat ini dia sudah membeli beberapa perlengkapan untuk bisa dia pergunakan guna membuka lapak terang bulan. Mungkin katanya akhir bulan depan dia bisa membuka lapaknya sendiri.

Tidak penting apa yang terjadi pada kita saat ini, jika kamu positif dan kamu kehilangan pekerjaan kamu bahkan mungkin uang pun tidak dimiliki. Janganlah berputus asa, nikmati saja jalan hidupnya sekarang dan teruslah berfikir untuk mencari solusi terbaiknya.

Seperti Efendi yang kini menemukan garirah hidupnya kembali. 🙂