June 15, 2021

Terapi HIV dengan Injeksi Sudah capai Tahap ‘Phase III Clinical Trials’

terapi hiv dengan cara injeksi

“Jika riset kami sukses maka kami menawarkan orang yang hidup dengan HIV alternatif lain terapi ARV yakni dengan cara injeksi bukan yang seperti saat ini mereka harus minum obat setiap hari,” tambahnya.

Pengobatan HIV saat ini sudah bisa dibilang sangat maju dibandingkan dengan masa 10 tahun yang lalu. Walaupun saat ini terapi HIV yang paling umum adalah terapi ARV dimana pasien harus minum pil setiap hari, tetapi ternyata diluar sana masih banyak ilmuwan yang bekerja keras untuk bisa menemukan metode pengobatan HIV baru yang jauh lebih mudah.

 

Memang sih ada saat dimana kita merasa terbebani dengan minum tiga macam obat setiap hari, namun kalian harus bersabar ya disebabkan metode pengobatan baru yang dikembangkan oleh ViiV Healthcare dan Janssen saat ini sudah mendekati untuk bisa dipakai publik.

 

Seperti yang dikutip TemanSehati dari HIVEqual.org bahwa perusahaan obat tersebut mengembangkan pengobatan HIV dengan cara injeksi, dan saat ini sudah mencapai tahapan ‘Phase III Clinical Trials’.

 

Apa itu ‘Phase III Clinical Trials’?
FYI ya. Riset mengenai kesehatan dibagi menjadi menjadi enam fasa yakni fasa praklinis, fasa 0, fasa I, fasa II, fasa III, dan fasa IV. Nah pada fasa III ini artinya obat akan dinilai keampuhan, keefektifitas, serta keamanan jika digunakan pada pasien. Jika obat yang bersangkutan lolos uji ditahap III ini maka pengujian akan berlanjut ke tahap akhir yakni pengawasan obat untuk digunakan pada publik.
Terapi injeksi HIV yang dikembangkan ViiV Healthcare dan Janssen
Dua perusahaan tersebut akan memulai riset tahap III pada pertengahan tahun 2016. Terapi ini merupakan kombinasi dari cabotegravir (ViiV) dan rilpivirine (Janssen) yang dikembangkan sebagai terapi injeksi untuk orang dengan HIV sebagai alternatif pengobatan oral.

 

“Sebagai perusahaan yang berkomitmen di area HIV maka kerjasama dengan Janssen kami lanjutkan ke tahap selanjutnya guna mengembangkan jenis ARV yang dikonsumsi dengan cara injeksi,” tutur Dominique Limet, CEO dari ViiV.

 

“Jika riset kami sukses maka kami menawarkan orang yang hidup dengan HIV alternatif lain terapi ARV yakni dengan cara injeksi bukan yang seperti saat ini mereka harus minum obat setiap hari,” tambahnya.

 

Jika terapi ini disetujui maka kita sebagai odha akan bisa memilih terapi arv yang kita inginkan, menurut beberapa berita dikabarkan hanya diperlukan satu injeksi perbulan untuk bisa menjaga agar virus dalam keadaan tidak terdeteksi.

Baca disini apa arti viral load tidak terdeteksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *