Senyawa Tumbuhan Dari Genus Justicia Lebih Paten Sebagai Anti-HIV Dibandingkan AZT

Square

Ilmuwan telah menemukan senyawa yang dapat dipergunakan sebagai obat anti-HIV dari tanaman herbal yang biasa di tanam di Asia Tenggara. Tumbuhan ini biasa dipergunakan untuk pengobatan athritis serta rematik. Menurut mereka senyawa ini bahkan lebih ampuh dibandingan obat ARV yang ada yakni AZT (zidovidun).

Genus ‘willow-leaved Juasticia’ atau tanaman dari genus Justicia yang memiliki daun sempit diambil daunnya, batang, serta akar dimana menghasilkan skrining lebih dari 4500 macam senyawa diteliti untuk efektifitas melawan virus HIV.

Studi yang diprakarsai oleh Lijun Rong ahli agen antiviral sekaligus profesor mikrobiologi dan imunologi dari University of Illinois; Harry Fong, direktur asosiasi WHO untuk program pengobatan tradisional; Doel Soejarto, profesor emeritus dari medicinal chemistry and pharmacognosy dari UIC College of Pharmacy menemukan bahwa ‘patentiflorin A’ memiliki kemampuan untuk menghambat enzim reverse transkriptase HIV. Bahkan dalam pengujian dengan menggunakan sel manusia yang telah terinfeksi oleh virus HIV patentiflorin A memiliki daya hambat yang jauh lebih ampuh di bandingkan AZT.

AZT atau zidovudin adalah obat ARV generasi pertama yang diperjualbelikan sejak tahun 1987 dan hingga sekarang masih di pakai dalam kombinasi terapi ART untuk pengobatan HIV.

“Patentiflorin A dapat meghambat kerja reverse transkriptase lebih efektif dibanding AZT, bahkan zat ini mampu melakukan kerjanya baik pada tahap infeksi HIV awal dimana virus mulai masuk kedalam sel dan bahkan mencegah infeksi yang terjadi saat virus sudah terdapat di dalam sel sistem imun”, tutur Rong seperti yang di kutip TemanSehati dari Eurekalert.

Rong juga menambahkan bahwa patentiflorin A juga efektif untuk virus HIV yang sudah resisten dengan ARV sehingga bisa dipergunakan sebagai obat anti-HIV baru untuk melengkapi regimen ARV yang sudah ada saat ini guna menekan jumlah virus dan mencegah AIDS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *