Positif HIV Drop Lalu Koma di ICU dan Sekarang Sehat Bisa Berkarya

http://temansehati.web.id/wp-content/uploads/2018/10/cerita-orang-sukses-hidup-dengan-hiv.png

 

Sebulan lalu saya bertemu dengan seseorang yang sangat spesial. Saya menyebut teman saya ini istimewa sebab sekitar satu setengah tahun yang lalu dia pernah melewati masa koma di ICU, dirawat di rumah sakit hampir sebulan, dan sekarang kondisinya segar bugar.

Banyak orang yang tidak mau tes VCT walaupun mereka tahu kehidupannya beresiko, kadang kesadaran itu terlambat setelah tubuh drop dan datang ke rumah sakit dengan kondisi banyak infeksi

Saat dia dinyatakan positif, teman saya ini berada di salah satu kota besar di Jawa dan statusnya sedang bekerja di perusahaan. Disebabkan kondisinya sedang drop maka sang Ibu menjemput teman saya ini untuk kembali ke kota kelahirannya yang berjarak sekitar 650 KM. Dia mengatakan bahwa ibunya yang sudah berkonsultasi dengan dokter mengetahui status positif HIV nya. Namun dengan kasih sayang yang dimiliki seorang mama, wanita yang melahirkannya ini tidak menjugde apapun terhadap dirinya. Seolah-olah tanpa perkataan namun dengan perbuatan sang ibu telah mengatakan ‘Bagaimanapun keadaanmu sekarang Nah, kamu tetap darah dagingku,’.

Pada saat dibawah ke bandara, temen saya harus mendapatkan perlakuan khusus yaitu duduk di kursi roda dan berada diruangan tunggu khusus disebabkan kondisi badannya yang sudah drop. Bahkan dia mengatakan beberapa saat setelah landing dia tidak sadarkan diri dan harus di larikan ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, karena kondisi tubuh yang sangat drop teman saya harus dirawat di ICU. Dia menceritakan bahwa CD4 nya sangat rendah dan hampir-hampir bernilai nol. Dengan kondisi yang seperti ini teman saya beberapa kali mengalami koma alias tidak sadarkan diri. Dia menceritakan beberapa hari dia tak sadar kemudian sadar kembali untuk beberapa hari dan kemudian tidak sadar kembali.

Katanya pada saat dia tidak sadar, temen saya seperti sedang bermimpi namun tema mimpinya beraneka ragam silih berganti. Seperti diputarkan film dengan judul yang bervariasi. Mulai dari melihat dinosaurus hingga alien. Dan disaat tidak sadar ini ada suatu waktu teman saya ini ingat tentang mamanya, dia merasa bahwa dia harus menelpon mamanya. Disaat itulah dia sadar dan berteriak memanggil nama ibunya.

Semenjak dia sadar ini maka berangsur-angsur kondisi teman saya ini mulai membaik. Bahkan dia mengatakan saking lamanya dia ditempat tidur maka di bagian punggung terdapat luka dimana hingga sekarang masih membekas. Dia juga bahkan harus berlatih untuk berjalan kembali.

‘Jangan remehkan doa ibu, air mata tangisan ibu dan rintihan doanya yang mempercayai bahwa sang anak bisa melewati masa komanya telah di kabulkan oleh Tuhan’

Lalu bagaimana kondisi teman saya sekarang? Dia saat ini lumayan gemuk, udah ganteng lagi, dia sudah pernah melakukan tes Viral Load dengan hasil tidak terdeteksi. Dia sekarang produktif, bisa bekerja seperti orang normal dan membantu ekonomi keluarganya.

Tidak banyak memang orang yang diberi kesempatan kedua seperti teman saya ini. Umumnya orang yang mengetahui statusnya dalam kondisi drop begitu putus asa hingga mereka kehilangan harapan bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk bisa hidup sehat dengan terapi ARV. Dukungan keluarga dan keyakinan dari dalam diri yang mempercayai bahwa kita bisa sehat kembali akan menjadi daya dorong kita untuk bisa sehat dimasa kita menjalani kondisi sulit seperti itu.

Untuk siapa saja yang saat ini baru dideteksi positif HIV dan kondisi kalian sedang drop, saya berharap kalian masih punya harapan bahwa suatu saat nanti bisa melewati masa itu. tetaplah memiliki semangat bahwa kalian bisa sembuh dan bisa melewati masa sulit untuk berjuang meningkatkan kesehatan kalian. Ingat dengan terapi ARV maka odha memiliki kesempatan untuk bisa hidup seperti orang yang tidak terinfeksi. Dimanapun Anda berapa semoga Tuhan memberi kita kesehatan dan kesempatan kedua untuk menjalani kehidupan yang jauh lebih baik. Aamiin.