Penularan HIV

Bagaimana Cara Penularan HIV?
Anda bisa terinfeksi HIV hanya melalui beberapa aktifitas khusus yakni umumnya seseorang akan terinfeksi HIV melalui kegiatan seksual dan penggunaan jarum suntik. Hanya beberapa cairan tubuh yang dapat menularkan HIV yaitu darah, semen, carian pre-cum, cairan dubur, cairan vagina, dan ASI. Agar dapat menularkan ke orang lain maka cairan-cairan tersebut harus kontak dengan membran mukosa atau jaringan yang rusak, atau langsung diinjeksi ke aliran darah. Membran mukosa terdapat didalam dubur, vagina, penis, dan mulut.

Penularan HIV dari satu orang ke orang lain sebenarnya tidaklah mudah, namun harus memenuhi empat prinsip dibawah ini. Jika salah satu prinsip tidak dipenuhi maka penularan tidak akan terjadi. Empat prinsip penularan HIV dikenal dengan singkatan ESSE: Exit, Survive, Sufficient, dan Enter.

Exit – virus harus keluar dari tubuh seseorang yang terinfeksi HIV
Survive – virus harus bisa bertahan hidup
Sufficient – terdapat jumlah minimal virus untuk dapat menyebabkan terjadinya infeksi
Enter – virus harus bisa masuk ke aliran darah orang lain

Apakah HIV bisa bertahan hidup diluar tubuh?

HIV tidak dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia dan tidak dapat berkembangbiak di luar tubuh manusia. HIV tidak disebarkan oleh :

  • Nyamuk atau serangga lainnya
  • melalui air liur atau keringat yang tidak bercampur darah dari seorang yang positif HIV
  • berperlukan, berbagi toilet, berjabat tangan, dan makan di piring yang sama
  • kegiatan seksual yang tidak melibatkan pertukaran cairan tubuh contoh meraba

Bisakah saya tertular HIV melalui seks anal?

Ya, faktanya seks anal adalah jenis kegiatan seksual yang paling beresiko menularkan HIV.

HIV dapat ditemukan pada cairan tubuh seperti darah, semen, pre-cum, atau cairan anus. Baik bottom atau top sama-sama beresiko tertular HIV. Posisi bottom lebih beresiko disebabkan lapisan anus tipis dan dapat dimasuki virus HIV pada saat terjadinya kegiatan seksual. Begitu juga top juga beresiko disebabkan HIV bisa masuk melalui lubang penis atau uretra, bagian kulit penis yang tidak di sirkumsisi, ataupun luka yang ada di peni.

Bisakah saya tertular HIV dari seks vaginal?

Ya, kedua belah pihak bisa terinfeksi HIV dari seks vaginal, namun resikonya lebih rendah dibanding seks anal.

Pada saat wanita berhubungan intim dengan pria yang positif HIV, HIV dapat masuk melalui membran mukosa yang ada di vagina atau serviks. Sedangkan lelaki dapat tertular pada saat cairan vaginal atau darah yang membawa HIV masuk melalui lubang penis atau uretra, kulit penis yang tidak disunat, atau luka yang terdapat di penis.

Bisakah saya tertular HIV dari oralseks?

Kemungkinan orang negatif HIV bisa tertular dari orang positif HIV melalui oral seks sangatlah rendah.

Oralseks meliputi kegiatan meletakkan mulut di penis, vagina, atau anus. Umumnya penularan HIV melalui oralseks sangat kecil sampai tidak beresiko sama sekali. Faktor yang meningkatkan terjadinya penularan dari kegiatan ini adalah adanya luka dimulut, pendarahan di gusi, adanya luka genital, dan adanya infeksi menular seksual lainnya.

Anda bisa tertular infeksi menular seksual (IMS) dari kegiatan oralseks, dan jika ada feses dimulut pada saat oral melalui anus maka Anda bisa tertular hepatitis A dan B, atau parasit lainnya seperti Ciardia, Shigella, Salmonella, Campylobacter, atau E.coli.

Adakah hubungan HIV dengan IMS lainnya?

Ya, ada. Infeksi menular seksual seperti gonorhea, chlamydia, sifilis, trichomoniasis, HPV, herpes genital, dan hepatitis dapat meningkatkan penularan HIV. Jika Anda hiv negatif namun memiliki ims dan berhubungan tidak aman dengan HIV positif maka Anda 3x lebih rentan terinfeksi HIV.

Ada dua cara bagaimana ims dapat meningkatkan resiko penularan HIV yang pertama adalah melalui luka jika Anda terkena sifilis, herpes, atau HPV dan yang kedua adalah meningkatkan terjadinya inflamasi yang menaikkan jumlah sel yang rentan menjadi target HIV jika Anda terkena ims yang tidak menimbulkan luka seperti chlamydia, gonorhea, dan trichomoniasis.

Bisakah saya tertular HIV dari gigitan nyamuk?

Tidak bisa. HIV tidak bisa ditularkan melalui nyamuk, kutu, atau serangga lainnya.

Bisakah saya tertular HIV ketika saya diludahi atau digaruk oleh orang HIV positif?

Tidak bisa. HIV tidak ditularkan melalui air liur, tidak ada resiko penularan sat digaruk oleh orang yang HIV positif sebab tidak terjadi pertukaran cairan.

Bisakah saya tertular HIV dari tattoo atau body piercing?


Belum ditemukan kasus di Amerika tentang orang yang terkena HIV dari kasus ini. Namun demikian hal ini memungkinkan terjadinya penularan jika kita menggunakan alat tattoo atau piercing yang digunakan kembali tanpa adanya proses sterilisasi, atau dari tinta yang terkontaminasi.

Memungkinkan tertular HIV dari proses tattoo atau body piercing jika alat yang digunakan mengandung darah dari orang yang positif HIV atau menggunakan tinta yang terkontaminasi. Resiko tertular HIV dari hal ini sangatlah rendah, namun resikonya meningkat jika orang yang melakukan tattoo atau body piercing tidak berlisensi akibat penggunakan peralatan yang digunakan secara bergantian. Jika ingin melakukan tattoo atau body piercing pastikan alat yang dipergunakan baru atau telah di sterilisasi.

Bisakah saya terinfeksi HIV dari menginjeksi obat-obatan?

Ya. Resiko tertular HIV sangat tinggi jika Anda menggunakan jarum secara bergantian dengan orang yang positif HIV.

Orang yang sering meninjeksi obat-obatan, hormon, steroid, atau silikon bisa tertular HIV melalui jarum suntik atau peralatan yang dipergunakan untuk injeksi. Jarum atau peralatan bisa saja membawa bekas darah dari orang yang positif HIV, bukan hanya HIV tetapi Anda juga beresiko terkena hepatitis B serta C.

Bisakah saya terkena HIV jika saya menggunakan obat-obatan jenis yang lain?

Pada saat Anda mabuk atau dalam keadaan ‘ngefly’ umumnya Anda akan membuat keputusan yang membawa ke resiko tertular HIV seperti melakukan kegiatan intim tanpa menggunakan pengaman.

Minum alkohol, terutama mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif pendek, atau memakai ‘club drugs’ seperti ectasy, ketamine, GHB, dan poppers dapat mengubah penilaian serta merusak keputusan tentang berhubungan intim atau menggunakan obat-obatan yang lain. Dimungkinkan pada saat tersebut Anda tidak menggunakan pengaman saat melakukan aktifitas seksual. Aktifitas seperti yang disebutkan sebelumnya bisa memicu resiko Anda tertular HIV, dan jika Anda positif HIV maka Anda memungkinkan untuk menularkannya pada orang lain.

Terapi dan pengobatan atau metode lain tersedia untuk membantu Anda menangani ketergantungan dengan alkohol dan obat-obatan. Anda bisa menghubungi layanan kesehatan, dokter, atau konselor di sekitar tempat tinggal Anda.

Jika saya sudah positif HIV, apakah saya bisa tertular dengan HIV jenis yang lain?

Ya, dan hal ini disebut sebagai superinfeksi HIV.

Superinfeksi HIV terjadi apabila seseorang yang sudah positif HIV terinfeksi virus HIV lain dengan strain yang berbeda. Strain yang baru ini bisa menggantikan strain asal yang ada di dalam tubuh, atau bersama hidup di dalam tubuh yang bersangkutan.

Dampak dari superinfeksi ini berbeda dari satu orang ke orang lain. Superinfeksi HIV bisa menyebabkan seseorang cepat menjadi sakit sebab strain HIV baru yang masuk ke dalam tubuhnya tidak mempan terhadap ARV yang biasa diminum. Menjalani terapi ARV secara patuh dapat mengurangi resiko seseorang mengalami superinfeksi.

Bisakah saya tertular HIV dari makanan?

Kita tidak bisa tertular HIV dari mengkonsumsi makanan yang telah disiapkan oleh orang HIV positif. Meskipun ada kontaminasi dalam jumlah kecil HIV dari darah atau semen, maka proses eksposur oleh udara, pemanasan pada saat memasak, dan bahkan asam lambung yang ada di dalam perut kita bisa menghancurkan virus HIV.

Bisakah saya tertular HIV dari kontak sosial yang umum? (social kissing, berjabat tangan, berbagi toilet, minum dari gelas yang sama atau dari batuk atau bersin orang dengan HIV)

Tidak bisa. HIV tidak bisa ditularkan melalui,

berpelukan, bergandengan tangan, berbagi toilet, berbagi peralatan makan, atau social kissing
melalui air liur, keringat, air mata dimana tidak bercampur darah dari orang HIV positif
nyamuk, kutu, atau serangga yang menghisap darah lainnya
melalui udara

Hanya sebagian kecil cairan tubuh yang membawa virus HIV diantaranya darah, air mani, cairan pre-cum, cairan anus, cairan vaginal, dan ASI. Pada umumnya seseorang tertular HIV dari kegiatan seksual atau penggunaan jarum suntik. Bayi bisa tertular dari ibu positif HIV yang tidak melakukan terapi pada saat kehamilan, kelahiran, dan saat menyusui.

Apakah viral load pasangan positif saya berkontribusi dengan penularan HIV?

Ya. Orang positif HIV yang viral loadnya semakin menurun akan mengurangi potensi untuk menularkan ke orang lain secara dramatis.

Viral load adalah ukuran tes laboratorium yang dipakai untuk mengetahui jumlah virus HIV yang terdapat di dalam tubuh seseorang. Dengan terapi ARV maka seseorang bisa menurunkan kadar viral loadnya sampai rendah, bahkan hingga alat yang dipakai untuk tes tidak bisa mendeteksi virus yang disebut sebagai ‘viral load tidak terdeteksi’. Orang yang positif HIV yang minum ARV secara teratur sesuai dengan resep dokter bisa berada di fasa viral load tidak terdeteksi. Pada saat seperti inilah resiko penularannya tidak ada pada pasangan yang negatif HIV.

Jika Anda positif HIV maka sebaiknya segera melakukan terapi ARV, tetap patuh minum ARV seperti yang diresepkan dokter, dengan hal ini maka kesempatan untuk mendapatkan viral load tidak terdeteksi akan semakin besar: hidup jauh lebih sehat, lebih berkesempatan memiliki harapan hidup yang panjang, dan bisa melindungi pasangan Anda.

Jika Anda negatif HIV namun memiliki pasangan positif HIV, maka doronglah pasangan untuk bisa segera mendapatkan terapi ARV.

Terapi ARV adalah alat yang kuat untuk bisa mencegah transmisi HIV namun hanya efektif pada saat pasangan yang positif HIV memiliki status viral load tidak terdeteksi.

Referensi:

  1. Unicef.org: HIV Manual
  2. CDC.gov: Tranmission

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up
Scroll Up