‘Pasien London’ Orang Kedua Sembuh Dari HIV Seteah Timothy Brown

Pasien London dinyatakan sembuh dari HIV setelah 12 tahun dengan prosedur yang sama Timothy Brown atau Pasien Berlin sembuh dari HIV

Selama 12 tahun, Timothy Ray Brown yang lebih dikenal sebagai ‘Pasien Berlin’ merupakan satu-satunya orang yang bisa sembuh dari infeksi HIV. Namun pada Konferensi Retrovirus dan Infeksi Oportunistik (Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CROI) di Seatle dua bulan lalu, peneliti menjelaskan kemungkinan orang kedua yang sembuh dari HIV dimana dikenal sebagai sebutan ‘Pasien London’.

Hasil penelitian mengenai Pasien London ini telah di publikasikan secara online pada Jurnal Nature dibawah judul HIV-1 remission following CCR5Δ32/Δ32 haematopoietic stem-cell transplantation. (link https://www.nature.com/articles/s41586-019-1027-4)

Definisi Sembuh Dari HIV
Sebelum membahas mengenai Pasien London maka kita harus menyamakan persepdi dulu mengenai istilah ‘sembuh’ jika kita kaitkan dengan infeksi HIV. Seperti yang di kutip TemanSehati dari situs Virology sembuh dari infeksi HIV memiliki arti sebagai hilangnya secara menyeluruh dari semua sel pembawa virus HIV. Terapi standar ARV secara efektif bisa menurunkan viral load dalam darah dan mencegah terjadinya transmisi ke orang lain. Akan tetapi sayangnya terapi ARV tidak bereaksi terhadap sel terinfeksi HIV yang tidak aktif memproduksi virus, biasa disebut sebagai ‘HIV Reservoir’. Sel ini bersembunyi di bagian tubuh manapun bisa di otak atau tulang belakang. Jika terapi ARV dihentikan maka virus dapat berkembang biak lagi beberapa minggu kemudian disebabkan sel terinfeksi ini aktif.

Alih-alih menyebut sembuh dari HIV, kalangan Cendikiawan lebih senang menggunakan istilah ‘Remisi HIV’ yaitu viral load tetap tidak terdeteksi walaupun terapi HIV telah dihentikan.

Yuk, Kenalan Dengan Pasien London
Pasien London diketahui sudah positif HIV sekitar 10 tahun dimana yang bersangkutan kemudian di diagnosis terkena salah satu jenis kanker darah yaitu, Hodgkin Lymphoma. Dokter pun melakukan serangkain perosedur salah satunya dengan kemoterapi guna menyembuhkan kanker si Pasien London.

Namun sayangnya kanker darah yang diderita Pasien London tidak merespon terdahap prosedur kemoterapi standar, dimana selanjutnya dokter menyarankan untuk intensif kemoterapi bersama dengan transplantasi sumsun tulang. Pasien London menerima donor dari orang sehat dimana pendonor ini memiliki mutasi CCR5. Pada saat sistem imun Pasien London tumbuh kembali setelah transplantasi maka sistem imunya tidak memiliki protein CCR5. Protein CCR5 yang ada di sel CD4 dipakai oleh virus HIV sebagai salah satu pijakan agar virus bisa masuk ke dalam sel CD4. Tanpa kehadiran CCR5 maka virus tidak dapat masuk ke dalam sistem imun alhasil virus tidak mampu berkembang biak.

Pasien London tetap mengkonsumsi ARV selama proses transplantasi, terhitung setelah 16 bulan setelah proses transplantasi Pasien London mengehentikan konsumsi ARV. Sepanjang waktu setelah proses transplantasi viral load Pasien London tidak terdeteksi termasuk 18 bulan setelah berhenti ARV. Sejak transplantasi tidak ada tanda-tanda infeksi HIV ditemukan.

Berita mengenai Pasien London ini sangat menarik perhatian bukan hanya dilihat dari selama ini hanya terdapat satu orang yang dapat sembuh dari HIV, namun ternyata ilmuwan bisa menyembuhkan orang lain selain Timothy Brown. Sayagnya kita harus bersabar untuk terus bisa mengamati bahwa Pasien London memiliki virus tak terdeteksi untuk beberapa tahun kedepan.

Profesor Sharon Lewin, Direktur ‘Peter Doherty Institute for Infection and Immunity’ seperti yang dikutip dari HIV Cure menyatakan bahwa sangat dini untuk menyebut bahwa Pasien London sembuh dari HIV, tapi ada kata lebih tepat untuk mendefinisikannya dengan menyebut sebagai remisi jangka panjang.

“Apakah kita bisa menyebutnya sembuh dari HIV atau hanya sekedar sebagai remisi HIV saja? Mungkin kata remisi jauh lebih baik disebabkan bahwa bisa saja virus pasien london muncul kembali untuk beberapa waktu kedepan, dan saat ini kita belum memiliki banyak pengalaman mengenai orang yang bisa mengontrol virus dalam kisaran waktu yang dimiliki oleh Pasien London. Saya ingin mengatakan bahwa jika dia bisa mempertahankan viral load tidak terdektsi dalam kisaran 2 atau 3 tahun lagi maka saya lebih percaya diri jika menyebutkan dia sembuh dari HIV seperti halnya yang dialami Timothy Brown” tutur Lewin

Arti Keberhasilan Penelitian Pasien London Bagi Odha
Datangnya kabar kerberhasilan ilmuwan menyembuhkan Pasien London mungkin memberikan harapan yang bagus akan ditemukannya obat HIV bagi ODHA. Akan tetapi perlu diketahui bahwa prosedur transplantasi sumsun tulang adalah hal yang sangat kompleks dan beresiko. Sebelum menjalani transplan pasien harus dipersiapkan guna menerima pengkondisian regimen yaitu kemoterapi, penyinaran tubuh secara total, menurunkan sistem kekebalan sehingga tubuh penerima donor tidak menolak sel sumsum tulang pendonor, dengan demikian transplantasi sumsum tulang bukan pemecahan maslah yang efektif untuk menyembuhkan HIV bagi dunia. Dokter pun tidak akan melakukan proses tranplantasi pada orang sehat.

Tapi ada dua hal isu yang mungkin bisa dijadikan tolak ukur bagi ilmuwan yang sedang getol melakukan penelitian HIV guna memfokuskan kepada dua hal berikut;

  1. Yang pertama mengenai bagaimana kita meniadakan protein CCR5 pada odha tanpa harus menjalani transplantasi sumsum tulang, mungkin dengan prosedur gen editing atau yang lainnya
  2. Kedua, adalah berhubungan dengan sistem imun yang bisa menghilangkan HIV reservoir

Kita berharap bahwa dikemudian hari ilmuwan bisa mendapatkan penyelesaian terhadap masalah ini, dan saat ini yang terbaik bagi kita adalah dengan tetap menjalani terapi ARV kita sebaik mungkin. Tetap menjaga kesehatan dan berbahagia selalu. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up
Scroll Up