NEVIRAPINE

nevirapine adalah obat apa

Gangguan Ginjal dan Fungsi Hati
Nevirapine dimetabolisme oleh hati dan metabolit Nevirapine dieliminasi oleh ginjal. Tidak dilakukan uji farmakokinetik pada pasien disfungsi hati dan ginjal, sehingga hati-hati penggunaan Nevirapine pada pasien tersebut. Masa keuntungan klinis dari terapi antiretroviral mungkin terbatas. Pasien yang mendapat terapi Nevirapine atau terapi antiretroviral lainnya dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi lain dari infeksi HIV, oleh karena itu harus berada di bawah pengawasan dokter berpengalaman dalam terapi pasien yang berhubungan dengan penyakit HIV. Ketika pemberian Nevirapine sebagai bagian dari suatu regimen antiretroviral informasi produk yang lengkap untuk masing-masing komponen harus dikonsultasikan sebelum pemberian awal.

EFEK SAMPING
Pemakaian Nevirapine telah terbukti menimbulkan efek samping yang serius seperti hepatitis klinik atau kegagalan hepatik, sindrom stephen jonhson, keracunan nekrotis epidermal dan hipersensitivitas termasuk didalmnya ruam berat atau ruam bersamaan dengan demam, malaise, kelelahan, sakit otot atau sendi, lesi mulut, konjungtivitas, udem wajah dan atau hepatitis, eosinofilia, granulositopenia, limfadenopati, dan disfungsi ginjal.

Hepatotoksisitas yang berat dan mengancam jiwa, hepatitis yang fatal telah dilaporkan terjadi pada pasien yang diobati dengan Nevirapine. Efek samping hepatik dilaporkan terjadi pada 12-16 minggu pertama pengobatan, tetapi kejadian tersebut dapat pula terjadi kapan saja selama terapi. Survei paska pemasaran diketemukan beberapa efek samping dari penggunaan Nevirapine:

Tubuh: demam, mengantuk, putus obat, akumulasi lemak tubuh
Gastrointestinal: muntah
Hati dan Empedu: jaundince, hepatitis cholestic, nekrotis hepatik, gangguan hepatik
Hematologi: eosinofilia, netropenia
Muskuloskeletal: arthralgia
Syaraf: Paraestesia
Kulit dan anggota badan: reaksi alergi termasuk anafilaksis, angiodema, bulioseruption, luka lambung dan urtikaria telah dilaporkan. Reaksi seperti demam, lesi mulut, konjungtivitis, edema muka, nyeri otot sendi, gelisah, fatig atau hepatik dan satu atau lebih hal-hal sebagai berikut : hepatitis, eosinofilia, granulositopenia, limfadenopati.