Nevirapine Adalah? Apa yang perlu Diketahui Tentang Arv Neviral

Ada yang minum ARV jenis nevirapine atau dikenal sebagai nama neviral atau terkadang viramune? Yuk kenali cara kerja, efek samping, dosis pemberian dan interaksi ARV jenis neviral ini.

nevirapine adalah

 

Apa itu nevirapine?
Nevirapine adalah salah satu obat yang dipakai dalam terapi antiretroviral (ART). Neviral merupakan jenis arv NNRTI atau Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor dimana obat ini menghentikan replikasi virus HIV dengan cara memblok kerja enzim reverse transcriptase. Enzim ini mengubah kode genetik virus HIV dari RNA menjadi DNA virus. Tahap ini perlu dilakukan virus HIV sebelum virus menyisipkan kode genetiknya ke DNA sel inang.

Percobaan dengan menggunakan kultur sel nevirapine menunjukkan aktifitas aditif dan sinergis dalam melawan virus HIV dengan kombinasi zidovudin, didanosin, stavudin, lamivudin, saquinavir, serta indinavir.

 

Indikasi Nevirapine
Neviral diindikasikan untuk pengobatan infeksi HIV yang digunakan dalm bentuk kombinasi obat dengan antiretroviral jenis lainnya. Virus yang resisten tumbuh dengan cepat dan seragam ketika neviral diberikan dalam bentuk monoterapi oleh sebab itu nevirapine harus deberikan dalam bentuk kombinasi.

 

Dosis pemberian nevirapine
Dosis yang direkomendasikan sehari 1×1 kaplet selama 14 hari (harus dipenuhi karena dapat mengurangi pembentukan ruam), diikuti sehari 2×1 kaplet dalam bentuk kombinasi dengan ARV lainnya. Bila diberikan dalam bentuk ombinasi hendaknya diberikan informasi mengenai penggunaan obat tersebut.

Monitoring pasien:
Hendaknya diikuti dengan uji kimia klinik, termasuk uji fungsi hati, sebelum menggunakan nevirapine dan pada interval waktu tertentu selama terapi.

Pengaturan dosis:
Hentikan pemakaian jika terjadi ruam berat. Pasien yang mengalami ruam selama 14 hari pertama terapi hendaknya tidak meningkatkan dosis neviral hingga ruam muncul kembali.

Pemberian nevirapine hendaknya dihentikan pada pasien yang pada uji fungsi hati menunjukkan ketidaknormalan (tidak termasuk uji GGT) hingga fungsi hati kembali ke normal. Penggunaan nevirapine dapat dimulai kembali dengan dosis 200 mg perhari. Peningkatan dosis harian menjadi 2×200 mg sehari hendaknya dilakukan dengan hati-hati . Pemakaian hendaknya dihentikan secara permanen bila fungsi hati menunjukkan ketidaknormalan. Pasien yang menghentikan pemakaian nevirapine selama 7 hari hendanya memulai dosis yang direkomendasikan yaitu 1×200 mgsehari selama 14 hari pertama dan diikuti dengan 2×200 mg). Tidak terdapat data dosis nevirapine yang direkomendasikan untuk pasien yang mengalami disfungsi hati, insufisiensi ginjal atau dialisis.

Over dosis
Antidot untuk overdosis nevirapine belum diketahui. Kasus over dosis neviral berkisar antara 800-1800 mg perhari untuk lebih dari 15 haritelah dilaporkan. Pasien yang pernah mengalami oedema, erythema nodosum, fatigue, demam, sakit kepala, insomnia, mual, infiltrasi fulmonary, vertigo, ruam, muntah, penurunan berat badan, semua ini dapat hilang dengan menghentikan konsumsi neviral.

 

Kontra indikasi
Nevirapine dikontraindikasikan pada pasien yang hipersensitif terhadap komponen tablet tersebut.

 

Perhatian & Peringatan
Pada 12-16 minggu pertama konsumsi nevirapine adalah periode kritis yang memerlukan pemantauanterhadap pasien untuk mendeteksi ancaman fungsi hati dan reaksi kulit.

Reaksi kulit yang mengancam hidup termasuk kasus fatal telah dilaporkan terjadi pada pasien yang mengkonsumsi nevirapine. Termasuk sindrom Stevens Johnson, nekrolisisepidermal toksik dan reaksi hipersensitif yang ditandai dengan ruam dan disfungsi organ.Pasien yang mengalami tanda-tanda atau gejala reaksi kulit berat hendaknya secepatnya menghentikan konsumsi nevirapine.

Nevirapine harus dihentikan jika timbul ruam kulit, atau reaksi hipersensitif. beberapa faktor dapat meningkatkan resiko reaksi cutaneous termasuk kegagalan pemakaian dosis awal 200mg perhari selama 14 hari dan keterlambatan dalam menghentikan pemakaian nevirapine setelah muncul gejala awal.

Hepatotoksik berat termasuk hepatitisfulminant fatal (peningkatan transaminase dengan atau tanpa hiperbilirubinanemia, perpanjangan waktu tromboplastin atau eosinofilia )dilaporkan terjadi pada pasien yang mengkonsumsi nevirapine. Bebrapa kasus terjadi pada beberapa minggu pertama pemakaian arv ini.

Pemberian nevirapine hendaknya dihentikan jika terjadi ketidaknormalan fungsi hati. Hendaknya dilakukan monitoring ALT dan AST , khususnya selama 6 bulan pertama menggunakan nevirapine. Lama terapi hendaknya dibatasi. Pasien yang menerima nevirapine atau aniretroviral lainnya biasanya mengalami infeksi oportunistik dan komplikasi HIV lainnya sehingga hendaknya pengobatan dilakukan dengan pengawasan dokter yang berpengalaman dalam pengobatan penyakit HIV.

 

Gangguan Ginjal & Fungsi Hati
Nevirapine dimetabolisme oleh hati dan metabolit nevirapine dieliminasi oleh ginjal. Tidak dilakukan uji farmakokinetik pada pasien disfungsi hati dan ginjal, sehingga hati-hati penggunaan nevirapine pada pasien tersebut. Masa keuntungan klinis dari terapi ARV mungkin terbatas. Pasien yang mendapat terapi nevirapineatau terapi ARV lainnya dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi lain selain HIV, oleh karena itu harus berada dibawah pengawasan dokter berpengalaman dalam terapi yang berhubungan dengan penyakit HIV. Pada saat pemberian nevirapine sebagai bagian dari regimen ARV, informasi produk untuk setiap komponen harus dikonsultasikan sebelum pemberian terapi awal.

 

Efek Samping
Pemakain nevirapine telah terbukti memberikan efek samping yang serius seperti hepatitis klinik atau kegagalan hepatik, sindrome stevens johnson, keracunan nekrotis epidermal dan hipersensitiftas termasuk didalamnya ruam berat atau ruam bersamaan dengan dema, malaise, kelelahan, sakit otot atau sendi, lesi mulut, konjungtivitas, udem wajah, dan atau gejala hepatitis, eosinofilia, granulositopenia, limfadenopati, dan disfungsi ginjal.

Hepatotoksisitas berat dan mengancam jiwa telah dilaporkan terjadi pada pasien yang dobati dengan nevirapine. Efek samping hepatik dilaporkan terjadi selama 12-16 minggu pertama pengobatan, tetapi kejadian tersebut dapat pula terjadi kapan saja selama terapi. Survei paksa pemasaran diketamukan beberapa efek samping dari penggunaan nevirapine:

  • Tubuh demam, mengantuk, putusobat, akumulasi lemak tubuh.
  • Gastrointestinal: muntah
  • Hati dan empedu : jaundice, hepatitis cholestatic, nekrotis heaptik, gangguan hepatik.
  • Hematologi: eosinofilia, netropenia
  • Muskuloskeletal: arthralgia
  • Syaraf: paraestesia
  • Kulit & anggota badan: reaksi alergi termasuk anafilaksis, angiodema, bulioseruption, luka lambung, dan urtikaria telah dipalorkan. Reaksi seperti demam, lesi mulut, konjungtivitas, edema muka, nyeri otot sendi, gelisah, fatigue, atau hepatik dan salah satu atau lebih hal-hal sebagai berikut hepatitis, eosinofilia, granulositopenia, limfadenopati.

Interaksi obat
Induksi CYP3A oleh nevirapine dapat menurunkan kadar obat dalam olasma darah yang digunakan secara bersamaan, yang dimetabolisme oleh CYP3A. jadi bila pasien telah stabil pada dosis tertentu terhadap obat yang dimetabolisme oleh CYP3A dan memulai pengobatan menggunakan nevirapine diperlukan pengaturan dosis kembali obat tersebut.

Rifampisin/Rifabutin
Tidak terdapat data yang cukup untuk mengevaluasi pengaturan dosis bila nevirapine dipergunakan bersamaan dengan rifampisin/rifabutin, sehingga obat boleh dipergunakan dalam bentuk kombinasi hanya bila benar-benar diperlukan dan harus dimonitor.

Ketokonazol
Nevirapine dan ketokonazol jangan dipergunakan secara bersamaan. Penggunaan yang bersamaan menghasilkan penurunan ketokonazol dalam plasma darah secara signifikan.

Kontrasepsi oral
Tidak terdapat data klinik mengenai efek nevirapine terhadap farmakokinetik kontrasepsi oral. nevirapine dapat menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral dalam plasma (juga konsentrasi hormon lainnya) sehingga obat-obatan tersebut tidak dipergunakan secara bersamaan dengan nevirapine.

Methadon
Berdasarkan metabolisme methadon, nevirapine dapat menurunkan konsentrasi methadon dalam plasma darah dengan cara meningkatkan metabolisme hepatiknya. Terjadi sindrom narkotik pad apasien yang menerima nevirapine bersamaan dengan methadon. Pasien yang menggunakan methadon dan akan memulai menggunakan terapi nevirapine hendaknya dimonitor disebabkan adanya sindrom tersebut dan hendaknya dilakukan pengaturan terhadap dosis methadon.

Redistribusi lemak
Redistribusi/akumulasi lemak tubuh termasuk obesitas sentral, pembesaran lemak dorsoservival (buffallo lump). Perifera wasting, pembesaran payudara dan penampakan cushingoid telah teramatai pad apasien yang menggunakan terapi ARV. Mekanisme dan konsekuensi jangka panjang belum diketahui.