Mungkin Dengan Cara Inilah Tuhan Menegur Kita :(

Square

mcy4zhc

Tahun 2004 adalah tahun dimana saya menemukan dunia saya. Dalam arti saat itu saya sudah mulai berkenalan dengan teman sehati (baca:Gay) dan mulai merasakan betapa berdebarnya em el untuk pertama kalinya.

 

Mungkin saya termasuk gay yang beruntung tidak sampai setengah tahun saya coming out saya mendapatkan ‘boy friend’ (BF baca : pacar) yang sangat sayang kepada saya. Kami cocok satu sama hingga kami bisa pacaran hampir enam tahun. Dua tahun setelah bf an saya sering selingkuh, dan bahkan dua atau tiga kali pacar saya memergoki kelakuan saya setelah dia membaca sms saya janjian dengan lelaki lain.

 

Awalnya kami em el dengan menggunakan pelindung, tapi entah karena cinta yang telah menyadap logika saya akhirnya kami lepas kondom. Saya masih inget beberapa kali saat selingkuh saya juga kadang tidak memakai alat pengaman. Kehidupan saya waktu itu bisa dibilang sangat egois, saya jarang pulang ke rumah, hidup cuma seneng-seneng, pergi ke gay club, atau seringkali hang out sama temen. Pokonya kehidupan saya waktu itu hanya seputar BF saya, dan kehidupan bersama teman-teman gay saya.

 

Hingga akhirnya tahun 2009 BF saya mulai sakit-sakitan, menyusul awal 2010 saya kondisi kesehatan saya juga mulai menurun. Akhirnya pacar saya mengaku kalo dia positif HIV dan sudah bisa ditebak saat saya melakukan tes VCT ternyata hasilnya juga reaktif.

 

Saya mulai berfikir, Apakah Tuhan menegur saya dengan cara seperti ini? Akibat dulu saya terlalu bersenang-senang, lepas kendali, suka em el sana sini, dan bahkan tidak memperhatikan keluarga.

 

Mungkin teman-teman yang membaca artikel ini dan saat ini berstatus positif juga berfikir hal yang sama dengan saya? Coba deh flash back bentar mungkin teman-temen dulunya kayak gimana? dan setelah itu melihat keadaan sekarang teman-teman gimana?

 

Apakah benar Tuhan bener-bener menegur kita?

 

Yap saya tahu seh walau kita terkena virus HIV ini 100% bukan kesalahan kita tapi setidaknya dengan teguran ini saya sekarang mendapatkan hal-hal yang positif seperti:

  • Saya jauh lebih ikhlas
  • Saya jauh lebih bisa menghargai manusia yang lain
  • Saya bisa lebih merasakan bagaimana nikmatnya berkumpul bersama keluarga
  • Saya bisa lebih menghargai waktu dan kesehatan
  • Saya tidak seliar dulu hehehe
  • Saya lebih mencintai keluarga saya

 

Saya tidak mau menghakimi teman-teman yang telah menjadi pembaca setia situs saya ini. Tapi saya berfikir bahwa pastinya ada sesuatu yang bisa kita ambil dari segala musibah yang telah kita dapat saat ini.

 

Yakinlah temen Tuhan memberikan kita kesempatan hidup kedua. Coba bayangkan jika temen-temen diketahui statusnya saat kondisi tubuh sudah drop dan akhirnya sampai maaf meninggal, tapi syukur hal itu tidak terjadi.

 

Dengan mengesampingkan apapun hal yang menyertai saat kita di vonis HIV seperti kehilangan pekerjaan, tubuh yang tidak seindah dulu, kondisi fisik yang tidak sekuat dulu, aktifitas yang tidak selincah dulu, atau kehilangan banyak teman, dan lain-lainnya.

 

Kabar baiknya adalah kita masih bisa menginjak bumi, masih hidup walau harus mengkonsumsi ARV hehehe, tapi setidaknya kita diberi kesempatan kedua agar kita bisa menjadi pribadi yang berbeda yang jauh lebih baik dari kehidupan dulu kita.

 

LOVE U ALL

from Noel 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *