Merasa Bahagia

Dua bulan lalu ada seseorang yang menelpon saya lewat nomor HP yang saya share di situs ini. Penelpon ini ternyata seorang pria paruh baya yang menceritakan bahwa dirinya sering membaca artikel-artikel di blog saya ini sejak akhir tahun 2015. Akan tetapi baru akhir Januari lalu si lelaki ini mau menghubungi kontak saya.

 

Dari hasil perbincangan pertama kami lewat telepon akhirnya pria berkumis ini seringlah menghubungi saya untuk sekedar berbagai cerita, menanyakan kabar,  saling bertukar pikiran dan lainnya. Gak tahu kenapa rasa-rasanya kita berdua merasa cocok satu sama lain. Kayak kita sudah mengenal dalam jangka waktu yang cukup lama, kami pun sering saling bercerita mengenai kehidupan keluarga masing-masing.

 

Dari timbulnya kepercayaan itu akhirnya lelaki ini mengundang saya untuk datang ke kotanya. Jaraknya 700 Km boo dari tempat saya tinggal saat ini. Dan akhirnya 14 Fabruari lalu kami bertemu untuk pertama kalinya. So sweet ya ketemu orang yang sebelumnya tidak pernah kenal sama sekali di momen yang pas, Valentine!

 

Bertemu dengan pria yang satu ini rasanya tuh saya punya kakak, punya seseorang yang mau mendengar cerita saya, punya seseorang yang mau memperhatikan saya, singkatnya kayak punya ‘somebody to love’ lah ya …hehehehe. Alhasil pun dunia saya seperti di penuhi dengan kebahagiaan.

 

Bahagianya lagi tanggal 19 kemarin si lelaki yang suka futsal ini datang mengunjungi kota saya. Tapi sayangnya karena sesuatu hal kereta yang di tumpangi harus berhenti di Kertosono, karena keinginan untuk scepatnya ketemu maka saya memutuskan untuk menjemputnya di sana. Rasanya seperti mimpi saya bertemu kedua kalinya dengan pria cakep ini di perempatan Kertosono. Nah, untuk melanjutkan ke Surabaya maka kami pun naek bus antar kota.

 

Dua kali bus yang kami hadang penuh, maklum lah hari minggu. Beruntungnya bus yang ketiga agak lumayan kosong tapi sayangnya kami hanya mendapatkan satu tempat duduk dibagian paling belakang bus. Saya pun menyarankan tempat duduk yang tersedia ini pada si lelaki ganteng itu dan Alhamdulillah berkat adanya toilet di bus ini maka saya  bisa berdiri dan bersandar di dinding kamar mandi bus.

 

Sepanjang perjalanan, sesekali saya memainkan rambut hitamnya dan kadang pulang saya menggegam tanganya dan saya sembunyikan di bagian belakang pantat saya. Kadang-kadang sambil melihat seorang ibu bersama anaknya yang duduk di bangku bersebelahan dengan pria idaman saya ini. Takutnya wanita ini melihat aksi saya kan ga enak hehehe.

 

Sejam bus berjalan menuju Surabaya, saya merasa mual dan agak sedikit pusing. Saya pun duduk di lantai bus tepat diapit oleh dua kakinya. Dengan menyandarkan kepala saya di kedua tangan saya maka salah satu tangan saya meraih tangan pria ini untuk saya pegang. Rasanya bahagia banget berada dekat dengannya seperti ini. Romantis sesekali da pun memijit leher saya hehehhe. Aga takut-takkut juga seh kalau ibu yang duduk didekat jendela ini melihat kejadian romantis ini.

 

Di Surabaya pria ini saya inapkan di rumah salah satu temen saya. Ya lumayanlah daripada sewa hotel kan mending uangnya bisa dipakai untuk makan-makan heheheh, apalagi temen saya hanya tinggal berdua dengan saudaranya. Tapi keesokan harinya tentu saja lelaki ini aku mampirkan ke rumah saya hehehhehe. Hitung-hitung dikenalin mertua wkwkwkwwk.

 

Malam di Surabaya rasanya seneng banget isa berduaan sama dia. Pelukan, cium pipi kiri kanan dan jidat yang ga keitung jumlahnya, serta cudling. Sungguh romantis banget dan rasanya malam cepet berlalu.

 

Gak tahu ya setiap berada dekat dengan si Pria ini rasanya hati tuh damai, senang, penuh dengan kebahagiaan dan rasanya ga mau terpisah. Jadi nempel aja gitu kayak perangko dan amplopnya. Sayang banget Pria ini ga isa lama ada di Surabaya. Hingga saatnya dia harus kembali ke kota asalnya. Sedih banget sih pas mengantar dia ke stasiun, tapi lumayan lah apat satu ciuman pas di stasiun sebagai obat kangen. Katanya Pria ini sejak ketemu saya di Surabaya dia sering merasa kangen dan katanya tambah sayang sama saya hehehehe.

 

Jadi ga sabar pingin ke Bandung untuk ketemu dia lagi 🙂