Kutil Di Dubur: Definisi, Gejala, Penyebab, & Terapi

Square

kutil di dubur

Baru saja mengunjungi teman yang habis menjalani operasi kutil yang tumbuh di dubur. Bekas luka operasinya masih belum sembuh dan sekarang disekitar anusnya keluar nanah akibat luka yang masih menganga.

Andai teman-teman melihat bekas lukanya, pasti dech akan merasa ngeri seperti yang saya rasakan. Bottom yang ga mau pake kondom saat em el hati-hati ya kalian bisa terkena kutil yang tumbuh dianus. Dan bagi para Top awas sebelum nembak cek dulu dubur pasangannya apakah ada kutil yang tumbuh apa tidak heheh

Yuk, teman sehati kita belajar lagi ya tentang kutil di dubur!

 

Apa itu Kutil Di Dubur?

Kutil dubur merupakan kutil yang tumbuh di dalam atau diluar sekitar anus. Dalam istilah medis dikenal sebagai ‘Condiloma Akuminata’. Kutil di dubur digolongkan dalam salah satu bentuk jenis ‘kutil kelamin’.

Pada umumnya kutil yang tumbuh di anus tidak menyebabkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman sehingga seseorang yang telah terinfeksi kadangkala tidak mengetahui bahwa dirinya sudah terinfeksi. Namun, jika hal ini tidak diterapi maka kutil bisa tumbuh terus menerus hingga menutupi seluruh arena dubur.

Apa yang menjadi penyebab kutil di dubur?

Kutil di dubur disebabkan oleh ‘Human Papilloma Virus (HPV) atau lebih dikenal dengan nama virus HPV. Penularan virus HPV ini bisa terjadi meskipun sipembawa virus ini belum tumbuh kutil di duburnya.

Virus ini bisa ditularkan melalui kontak dengan anus, mulut, pens, atai vagina dari seseorang yang sudah terinfeksi. Terjadinya penetrasi tidak diperlukan untuk menyebarkan penyakit ini, disebabkan virus HPV penyebab kutil kelamin bisa ditularkan lewat kontak kulit-ke kulit. Kutil kelamin akan timbul tiga bulan setelah kontak dengan penderita.

 

kutil di anus

Siapa yang beresiko terkena kutil dubur?

 

Resiko Anda meningkat terkena kutil di dubur jika:
– Berhubungan badan tanpa kondom dengan lebih dari satu pasangan
– Seks melalui anal
– Berhubungan badan dengan orang yang terinfeksi
– Em el diusia yang sangat muda
– perokok
– meminum alkohol
– orang yang sedang mengandung
– orang dengan sistem imun yang dikontrol obat-obatan atau karena sakit

Gejala kutil di dubur

 

Pada banyak kasus, gejala kutil dubur awalnya tidak dapat diamati. Orang yang terinfeksi biasanya tidak merasakan sakit. Kutil mulai tumbuh dengan ukuran yang sangat kecil hingga susah untuk diamati. Namun semakin mereka tumbuh besar maka penampakannya akan seperti bunga. Warna kutil ini umumnya seperti warna daging, kuning, merah muda,, atau cokelat muda.

Disebabkan oleh kutil yang tumbuh di dubur juga dapat menyebabkan kutil kelamin maka kutil bisa saja tumbuh dibagian lain pada saat yang sama. Jika pada wanita bisa tumbuh di vulva, vagina, atau cervix. Pada laki-laki dapat tumbuh di penis, buah zakar, paha, atau pangkal paha. Kutil bisa juga tumbuh di mulut atau kerongkongan orang yang terinfeksi.

Gejala lain kutil di dubur adalah gatal, pendarahan, atau keluarnya cairan dari anus. Orang yang terinfeksi bisa saja mengalami sensasi terdapatnya benjolan di daerah dubur.

Mengobati kutil di dubur

 

Kutil di dubur yang tidak diobati bisa menyebabkan kanker. Pilihan pengobatan tergantung dari jumlah serta lokasi kutil, pilihan pasien, atau anjuran tenaga medis.

Untuk kutil yang berukuran sangat kecil dan jumlahnya terbatas di luar anus maka pengobatan dengan obat biasa dapat dilakukan. Berikut regimen yang biasa dipakai untuk obat kutil di dubur:

imiquimod (Aldara, Zyclara)
podofilox (Condylox)
podophyllin (Podocon)
trichloroacetic acid (TCA)
bichloroacetic acid (BCA)
Untuk kutil yang berukuran besar dan tidak merespon pada pengobatan biasa atau kutil yang tumbuh di dalam anus maka pilihan operasi adalah hal yang umum dilakukan. Pembiusan lokal biasa digunakan.

Berikut beberapa opsi operasi kutil dubur:

– Krioterapi: nitrogen cari di gunakan untuk membekukan kutil. Setelah kutil membeku maka akan tampak lepuhan disekitar kutil dan akan jatuh guna penyembuhan.

– Elektrokauter, arus listrik dipakai untuk membakar kutil.

Pencegahan kutil di dubur

Kutil yang telah sembuh bisa saja dikemudian hari timbul kembali, walaupun sudah dilakukan pengobatan dengan terapi yang cukup sukses. Oleh sebab itu sebaiknya selalu memeriksa apakah ada virus HPV di dalam tubuh walau belum ada gejala yang nyata. Hal ini bisa mencegah terjadinya kutil kembali.

Infeksi kutil di dubur dapat dikurangi dengan cara memiliki pasangan seksual yang tetap, penggunaan kondom, atau setia dengan pasangan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *