July 9, 2020

Kalau Puasa Minum ARV nya Gimana?

Tim medis menyarankan jika kita minum ARV maka diusahakan jamnya tepat sama setiap harinya. Sebagai contoh neh saya kan minumnya neviral sama duviral, jam 9.30 pagi saya minum kedua obat tersebut, selanjutnya 12 jam kemudian saya melakukan hal yang sama dan ini rutin saya lakukan setiap harinya.

Ada kalanya temen-temen odha yang baru pertama melewatkan bulan puasa seperti ini bingung gimana cara mengatur jadwal minum arvnya. Neh saya kasih triknya.

Sebulan sebelum puasa biasanya saya majukan jamnya sedikit demi sedikit. Minggu pertama jamnya saya majukan jadi 8.30, minggu kedua jadi 7.30, minggu ketiga jadi 6.30 dan seminggu sebelum puasa jadi 17.30. Nah biasanya waktu magrib di wilayah saya pas awal puasa itu mendekati jam setengah enam. Ini contoh saja buat bisa dijadikan patokan temen-temen ya.

Sehingga nantinya pas ramadhan maka minum arvnya sekali mendekati jam imsak dan sekali sesaat sesudah berbuka (otomatis setelah makan snack ya bagi kalian yang minum arvnya ga boleh dengan perut kosong). Hehehe

Jika kalian mendapat Atripla dimana prosedurnya hanya diminum sekali dalam sehari maka saya sarankan diminumnya pada malam hari sehingga nantinya tidak menggangu jadwal puasa Anda di kemudian hari.

Perubahan jadwal ini sih adalah pengalaman pribadi saya yang sudah pakai neviral dan duviral selama hampir lima tahun. Oh ya keputusan untuk mengganti jadwal dan ikut berpuasa tergantung pribadi masing-masing ya guys. Tapi tentu saja konsultasikan dulu ke dokter dan lihat tingkat kesehatan Anda.

Kalau ini menurut versi situs Spiritia

ODHA dengan cd4 dibawah 200 dianjurkan untuk tidak berpuasa, begitu pula dengan odha yang baru mulai masuk arv di bulan puasa. Namun saya dan anda semua yang notabentenya muslim akan sangat mendambakan untuk tetep ikut berpuasa bener kan?

Web spiritia mengatakan bahwa untuk kebanyakan orang tidak ditimbulkan masalah untuk memakai arv yang berjarak kurang dari 10-14 jam sesuai dengan jadwal sahur-buka. Namun pada sebagain kecil orang ini beresiko, kelompok orang yang mana? jawabannya belum diadakan penelitian.

Jadi intinya kita mau mengambil resiko tidak untuk melakukan hal itu. Untuk obat lini pertama AZT, 3TC, Duviral, d4T, nevirapine maka jadwal minum saat sahur mendekati imsak dan setelah buka kemungkinan besar aman dan tidak akan menimbulkan resistansi. Sedangkan efavirenz dapat diminum seperti biasa.

Untuk yang memakai lini kedua dengan ddI, tenofovir dan Kaletra, masalahnya sedikit lebih rumit. Seperti kita ketahui, ddI dipakai sekali sehari dengan perut kosong (sedikitnya 30 menit sebelum atau dua jam setelah makan), tenofovir dipakai sekali sehari dengan atau tanpa makan, dan Kaletra (versi kapsul) dua kali sehari dengan makan. Jadi, Kaletra dapat diminum saat sahur dan buka. Tenofovir dapat diminum kapan saja (sahur atau buka). ddI lebih sulit, karena kita harus menunggu dua jam setelah buka puasa untuk minumnya, atau pas saat bangun pagi asal sedikitnya 30 menit sebelum sahur.

Nah setelah puasa berakhir maka secara pelan pelan kembalikan jadwal seperti biasa ya guys.

Happy Ramadhan semoga Allah memberkati kita semua amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *