Kabar Terbaru Peyembuhan HIV: Penelitian Abivax Sukses Mengurangi Viral Load HIV Laten

Square

Abivax mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menjalankan penelitian yang membuktikan bahwa studi mereka telah berhasil mengurangi viral load HIv laten. Ini menjadi penelitian pertama di dunia yang sukses menghilangkan HIV reservoir.

 

Apa itu HIV Laten?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Begitu virus HIv masuk kedalam darah maka virus ini akan mencari sel CD4 yang merupakan sel imun tubuh untuk memerangi berbagai penyakit. Setelah masuk ke dalam sel CD4 maka virus melepas RNA kemudian merubah RNA ini menjadi DNA yang selanjutnya akan menyisipkan DNA virus ke dalam DNA sel CD4. Alhasil sel CD4 dibajak untuk bisa memproduksi bagian-bagian virus HIV. Dari hasil perjalanan ini terbentuklah virus-virus HIV baru yang siap untuk menyerang sel CD4 yang lain.

Pengobatan HIV yang menggunakan ARv (antiretroviral) hanya dapat berfungsi pada sel Cd4 yang aktif memproduksi virus HIV. Namun sayangnya di bagian tubuh manusia masih banyak sel CD4 yang sifatnya tidak aktif. Sel ini mengandung DNA virus HIV namun masih tidur, tidak memproduksi bagian-bagian virus dan mereka bersembunyi di seluruh bagian tubuh manusia seperti otak, sumsum tulang belakang, darah dan organ lainnya. Dan mereka sewaktu-waktu bisa bangkit jika kita seseorang memutuskan untuk tidak minum ARV. Sel Cd4 inilah yang disebut sebagai HIV reservoir atau HIV laten.

Penelitian penyembuhan HIV saat ini banyak yang berfokus pada aktifasi dan melenyapkan HIV laten. Salah satunya yang dilakukan oleh Abivax.

virus hiv laten penemuan obat hiv

Penyembuhan Fungsional Abivax dengan ABX464
Abivax mengembangkan penyembuhan fungsional HIV dimana penyembuhan ini berfokus untuk melenyapkan virus HIV di dalam tubuh walau seseorang tersebut tidak mengkonsumsi ARV.

Abivax merekrut 30 pasien HIV dimana pasien deberikan terapi dengan ABX464 atau plasebo selama 28 hari. Setelah periode penelitian para sukarelawan diobservasi untuk mengetahui terbentuknya virus dari hiv laten. Setidaknya pengurangan 25% dan 50 copy DNA virus per sel dari sel mononuklear periferal pada 50% dari 14 pasien yang menerima ABX464 teramati.

“Ini menjadi hal yang pertama dimana agen parmakologi terbukti dapat mengurangi HIv laten pada pasien,” tutur Jean-Marc Steens, Vice President dari Abivax.

“ABX464 menghambat proses biogenesis virus dengan cara berinteraksi dengan protein yang di beri nama Rev. Penghambatan ini mencegah sel untuk bisa melakukan replikasi terhadap bagian virus HIV,” tambahnya.

Hasil penelitian yang sangat menggembirakan ini masih membawa banyak pekerjaan rumah diantaranya mencari penyebab mengapa hampir separuh pasien yang menerima ABX464 tidak menunjukkan respon sama sekali. Steen menjelaskan bahwa hal ini bisa disebabkan oleh lamanya terapi ARv seseorang, apakah pasien dulunya diketahui HIV pada keadaan sehat atau sudah terjadi infeksi, atau berapa jumlah viral load pasien saat memulai ARV.

Penelitian yang berada di fasa IIa ini akan dilanjutkan ke fasa IIb dengan melibatkan relawan dalam jumlah besar untuk memastikan bahwa obat benar-benar dapat bekerja untuk skenario yang beraneka ragam. Dimana penelitian ini akan dapat dilakukan pada akhir tahun 2017. Hasil dari fasa IIb akan dapat membawa Abivax ke tahap lanjut yaitu fasa III yang akan di lakukan akhir 2018 atau awal 2019.

Dampak Penelitian Abivax Terhadap Penemuan Obat HIV
Kesuksesan penelitian yang dilakukan oleh Abivax membawa lembaga ini menjadi yang terdepan di dalam hal mereduksi HIV reservoir. Perusahaan lain seperti InnaVirvax dan Mologen yang juga mengembangkan obat yang sama namun dengan pendekatan yang berbeda hingga sekarang masih belum mmebuahkan hasil.

Studi yang dilakukan Abivax membawa kita semakin dekat dengan penemuan obat HIV. Selain berusaha untuk menemukan obat HIV, Abivax juga meneliti seyawa yang dapat menghambat perkembangan virus chikungunya, RSV, demam berdarah, serta zika. Dimungkinkan obat-obatan ini akan bisa tersedia di klinik antara 18-24 bulan kedepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *