Ini Salah Siapa?

Andai dulu……..

* Disekolah diajarkan apa itu HIV/AIDS, bagaimana cara penuarannya, dan bagaimana cara pencegahannya.

* Ada orang yang memberitahu kita apa akibatnya jika kita sering melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom

* Orang tua kita mengajari kita bagaimana cara kita memakai kondom yang benar dan melarang kita untuk tidak melakukan hubungan badan sembarangan.

* Guru ngaji kita menjelaskan tentang dosa besar yang akan kita terima jika kita berzia, betapa dahsayatnya azab yang kita terima kelak saat di alam kubur bagi orang yang sering sering zina mata, zina tangan, zina telinga dan bahkan melaukan zina kemaluannya.

* Saya tidak merasa malu untuk sekedar membeli kondom di apotek atau bahkan di minimarket deket rumah atau kosan

* Saya memiliki sikap tegas untuk menolak jika diajak em el tanpa kondom meskipun itu dengan pacar.

* Ada askes yang mudah untuk mencari informasi tentang HIV AIDS.

* Ada lembaga atau yayasan atau bahkan LSM yang sering bagi-bagi kondom.

* saya tidak terobsesi untuk melakukan hubungan seks

* Kesadaran orang untuk melakukan hubungan badan secara aman tinggi.

* Saya menyediakan kondom di dompet untuk berjaga-jaga siapa tahu sewaktu-waktu ada yang mengajak em el
Maka…..

saya tidak akan tertular HIV/AIDS, saya bisa menjaga diri setidaknya dari terinfeksi HIV, atau saya bisa lebih menghargai akan kemaluan saya dan apa yang akan orang perbuat dengan tubuh saya.
Tapi….

Semuanya sudah terjadi, saya sudah ikhlas menerima, dan sekarang saya hanya bisa menjalani hari-hari berikutnya dengan semangat baru untuk menjemput kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Dan….

Untuk brother gay disana yang belum terinfeksi namun secara sadar kehidupannya beresiko maka ingatlah selalu akan apa yang saya katakan diatas 🙂