Ilmuwan Temukan Antibodi Yang Bisa Melenyapkan Hampir Semua Strain HIV

Saat virus HIv masuk ke dalam tubuh manusia, maka virus ini akan mencari sel CD4 untuk melakukan perkembang biakan. Seperti halnya benda asing lain yang masuk ke dalam tubuh (contoh bakteri, jamur, dan lainnya) jika hal ini dirasa mengancam kesehatan tubuh maka secara otomatis badan kita akan memproduksi antibodi guna menghancurkan benda asing tersebut.

penemuan-vaksin-hiv

Nah begitu tubuh kita terinfeksi hiv maka dibutuhkan waktu antara 3-12 minggu agar tubuh kita bisa menghasilkan antibodi ini. Periode inilah yang disebut sebagai masa jendela atau ‘window period’. Saat window period maka tes hiv yang menggunakan antibodi HIv sebagai penanda tesnya akan menghasilkan hasil non reaktif.

Sayangnya virus hiv ini mudah sekali mengalami mutasi akibatnya antibodi yang dihasilkan tubuh pun tidak mempan untuk melawan virus ini. Dari segi pandang inilah maka banyak ilmuwan melakukan penelitian untuk menemukan obat HIV.

Kabar gembira datang dari penelitian yang menyatakan bahwa ilmuwan sudah menemukan antibodi yang dapat mengeliminasi 98% strain HIV. Antibodi ini dikenal dengan nama N6 yang telah diisolasi dari seseorang yang positif HIV. Peneliti kemudian mempelajari antibodi N6 ini untuk keefektifannya dalam memusnahkan virus HIV.

Antibodi sebelumnya bernama VRC01 telah gagal dalam kemampuannya untuk menanggulangi kembali terbentuknya virus HIV ketika para relawan yang ikut dalam penelitian tersebut berhenti untuk konsumsi ARV.

Hasil penelitian yang di muat dalam jurnal CELL ini menyatakan bahwa baik N6 atau VRC01 cara bekerjanya adalah dengan mengikatkan diri mereka pada bagian virus yang berfungsi mengikatkan virus pada sel CD4. Namun perbedaannya VRC01 terikat pada bagian virus yang lebih sering mengalami mutasi akibatnya antibodi ini keefektifannya menjadi berkurang, sebaliknya N6 terikat pada bagian virus HIV yang jarang mengalami mutasi sehingga sangat potensial untuk melawan HIv dari waktu ke waktu.

Penemuan ini akan membawa terbentuknya vaksin HIV yang selangkah semakin maju, vaksin yang lebih kuat dan tahan terhadap mutasi HIV sebagaii tambahan dimungkinkan peneliti bisa memasukkan vaksin ini melalui injeksi melalui jaringan lemak yang ada ditubuh atau lewat suntikan di arteri.