He Kissed My Feet

Square

Siapa sih yang ga seneng ketemu dengan orang yang di kasihinya? Apalagi bila ‘someone special’ tersebut tidak bisa kita jumpai setiap hari alias dia berada di kota yang jauh dari tempat tinggal kita. Sekali berjumpa, pastinya akan lengket kayak botol dengn tutupmya.

 

Nah, hal itulah yang saya rasakan ini. Ceritanya tuh saya punya teman dari Bandung dimana kenal karena dia menghubungi nomor yang saya cantumkan di situs ini. Seringnya ngobrol via ‘voice call’ whats up akhirnya kami pun merasa ada kecocokan. Hingga puncaknya saya diundang berkunjung ke kota tinggalnya yang terkenal dengan Gedung Sate nya itu 14 februari lalu.

 

Pucuk dicinta ulam pun tiba, si Om Ganteng ini akhirnya membalas kunjungi saya dengan bersilhturami ke Surabaya sekitar dua minggu lalu. Namanya juga kasmaran bro, dua minggu berjalan kok hati ini terasa kangen sama si om cakep yang satu ini. Apalagi si om mengatakan bahwa sabtu kemaren akan mengajak saya jalan-jalan ke garut naek motor bersa temen jika saya mau. Tanpa pikir pnjang saya pun mengiyakan dan langsung  membeli tiket kereta Surabaya-Bandung naek  kereta malam.

 

Alhasil Sabtu pagi saya tiba dibandung jam 16.30 WIb  dan si om Ganteng ini telah siap menunggu saya di depann stasiun Bandung pintu selatan.

 

Sayangnya acara di Garut di batalkan sebab salah satu temen om yang akan mengajak ke kota penghasil kerajinan kulit itu neneknya meninggal. Sedikit kecewa ada tapi ternyata ada hikmah di balik peristiwa tersebut. Yakni, seharin bis saya habiskan berdua bersama si om Ganteng.

 

Mulai Sabtu pagi hingga minggu siang kami banyak menghabiskan waktu di rumah si Om. Kalaupun keluar itu hanya urusan makan dan keluar mengitari jalan untuk membuang rasa bosan di dalam kamar.

 

Ngobrol, berpelukan, dan cudling ditempat tidur pun menjadi aktifitas saat kami berduaan dikamar. Tak terhitung berapa banyak ciuman yang terdapampar di pipi dan bibir saya hehehhehe.

 

Kata si om Ganteng, dipertemuan ketiga ini bisa saja di jatuh cinta kepada saya. Saat saya tanya alasannya, si doi tidak mau menjelaskan ‘why-nya’, ‘Tidak perlu alasan untuk mencinti seseorang!’, katanya.

 

Bahkan saat saya terlentang di tempat tidur dan si Om berada di atas saya, sontak dia mencium punggung serta telapak kaki beberapa kali.

 

‘Ini bukti kalau saya mencintai kamu, dan mulai sekarang aq anggap kamu sebagai kekasihku’ , jelasnya.

 

Setengah kaget saya pun berguman dalam hati bahwa saya juga mencintai om sejak dari pertemuan pertama kita, kalau saya tidak suka om ga bakalan saya menempuh perjalanan Surbaya-Bandung, dan kalau saya tidak mencintai om saya ga bakalan merasa kangen terus setiap hari, menunggu dengan sabar wa om dan begitumerasa senang jika ad bunyi notifikasi wa dari om, dan saya merasa bahagia jika mendengar suara om ditelepon. Satu lagi jika saya tidak cinta sama om maka tidak akan saya ceritakan masa lalu saya dan saya tidak mau menderita untuk menahan rasa rindu mendalam hanya karena kangen sama om setiap hari.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *