gejala hiv dan tahapan infeksi hiv

Resume Artikel:
Terdapat tiga tahap infeksi HIV. Gejala yang timbul dari satu orang ke orang lain adalah berbeda

Tahap 1 setelah seseorang terinfeksi HIV bisa jadi menunjukkan gejala seperti terkena flu namun tidak semunya mengalami hal ini

Tahap 2 berlangsung hingga 10 tahun namun adakalanya kurang dari periode tersebut

Tahap 3 dimana sistem imun seseorang sudah rusak berat hingga dia tidak bisa melawan penyakit.

Semakin cepat seseorang didiagnosis dan semakin cepat mendapatkan terapi ARV maka semakin baik kesempatan dia untuk memperoleh kesehatan yang lebih baik.

Beberapa oran tidak menunjukkan gejala pada tahap 1 dan 2 namun dia masih dapat menularkan ke orang lain, inilah penyebab kenapa banyak orang yang merasa sehat namun dia dapat menularkan HIV ke orang lain karena mereka tidak tahu didalam tubuhnya sudah terdapat virus HIV.

Tanpa adanya pengobatan HIV bisa berkembang ke tahap yang lebih buruk. Virus berkembang semakin banyak dan hal ini dapat menyebabkan sistem imun (CD4) berkurang drastis akibatnya infeksi oportunistik pun muncul. Infeksi HIV dapat di kategorikan menjadi tiga tahap yaitu: Infeksi Primer Akut, latensi klinis (asimtomatik & Simtomatik), dan AIDS.

Kabar baiknya jika seseorang terinfeksi HIV dan segera melakukan pengobatan secara konsisten, dimana pengobatannya di kenal dengan sebutan ‘terapi ARV’ (terapi Anti retroviral) maka yang bersangkutan bisa mencegah infeksi HIV ke tahap AIDS. Terapi ARV berfungsi untuk mengendalikan virus yang ada di dalam tubuh, bisa menjadikan kita jauh lebih sehat dan produktif seperti orang yang tidak terinfeksi, serta mengurangi resiko penularan HIV ke orang lain.

Berikut adalah tiga tahap infeksi HIV

  1. Infeksi Primer Akut
    Satu hingga empat minggu setelah virus HIV masuk kedalam tubuh, umumnya seseorang menunjukkan gejala seperti flu. Gejala ini tidak berlangsung lama (seminggu/dua minggu), beberapa orang hanya menunjukkan beberapa gejala seperti terkena flu namun ada juga yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Adanya tanda seperti ini bukan berarti kamu terkena HIV, jika kamu merasa beresiko terkena HIV maka konsultasi dengan layanan kesehatan guna mendapatkan tes VCT adalah hal yang tepat untuk mengetahui hal tersebut.

Beberapa gejala yang ditunjukkan di tahap ini dapat berupa:
demam
ruam ditubuh
sakit tenggorokan
pembengkakan kelenjar getah bening
sakit kepala
rasa tidak nyaman di bagian perut
nyeri pada persendian
nyeri pada otot

Gejala diatas timbul karena tubuh Anda merespon terhadap virus HIV. Sel yang terinfeksi dengan HIV bersirkulasi diseluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Sistem imun pun merespon untuk menyerang virus HIV dengan cara memproduksi antibodi-HIV proses ini disebut sebagai serokonversi. Waktu yang diperlukan pada proses serokonversi setiap orang bereda-beda, namun begitu kamu terinfeksi HIV maka bisa jadi proses serokonversi berlangsung beberapa bulan.

Terlalu dini untuk mendapatkan tes HIV yang akurat pada tahap ini, akan tetapi yang perlu diketahi adalah di tahap ini jumlah virus yang ada di dalam sistem peredaran darah kamu sangat tinggi dan kamu berpotensi untuk menularkan ke orang lain.

2. Tahap Asimtomatik atau HIV kronis
Saat seseorang sudah melewati tahap infeksi primer akut dan serokonversi biasanya individu tersebut akan merasa sehat. Nyatanya HIV bisa jadi tidak menunjukkan gejala sama sekali hingga 10 tahun (namun banyak orang yang menjalani fasa ini dengan cepat kurang dari 10 tahun) tergantung dari usia, latar belakan, dan kondisi umum kesehatan mereka.

Ditahap ini virus HIV dalam tubuh masih aktif, virus masih menginfeksi sel baru dan berkembang biak memproduksi virus. Jika tidak diterapi maka selanjutnya HIV bisa menyebabkan kerusakan sistem imun tubuh. Seseorang yang terinfeksi HIV dan kemudian secara konsisten melakukan terapi ARV dapat dikatakan berapa di tahap latensi klinis hingga bertahun-tahun (ada orang yang masih terapi ARV dan hidup dengan HIV selama 25 tahun dan sekarang masih hidup sehat). Studi terbaru menunjukkan bahwa seseorang yang patuh terapi ARV dan viral loadnya tidak terdeteksi tidak dapat menularkan HIV ke orang lain.

3. Tahap Simtomatik
Ditahap ini sistem imun seseorang sudah mengalami kerusakan yang parah, pada kondisi inilah seseorang akan dengan mudah mendapatkan penyakit dari bakteri, virus, atau jamur yang merugikan. Infeksi dari kuman ini biasanya disebut sebagai ‘infeksi oportunistik’.

Gejala umum yang dapat dilihat pada tahap ini yaitu,
penurunan berat badan yang drastis
diare kronis
berkeringat di malam hari
sering demam
batuk yang berlangsung lama
kelelahan
adanya permasalahan di bagian mulut dan kulit
timbul penyakit yang lebih serius (infeksi oportunistik dan penyakit lainnya)

4. Tahap AIDS
AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV. Seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya (CD4) kurang dari 200 sel/mililiter dikatakan berapa pada tahap AIDS. Namun adakalanya seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat (antara 500-1600 sel/mililiter) bisa dikatakan berada di tahap AIDS jika yang bersangkutan menunjukkan satu atau lebih gejala infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang umumnya terjadi pada saat seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

grafik tahapan infeksi HIV

Penting sekali membedakan antara HIV dan AIDS. AIDS adalah sekumpulan gejala spesifik yang muncul akibat sistem kekebalan seseorang rendah sedangkan HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang berada di tahap AIDS memiliki jumlah virus HIV yang sangat tinggi dan mereka sangat mudah menularkan HIV ke orang lain.

Tanpa terapi ARV maka seseorang yang berada di tahap AIDS umumnya bisa bertahan hingga tiga tahun, akan tetapi harapan hidupnya akan menurun hingga satu tahun jika orang tersebut menderita IO yang mematikan. Terapi ARV dapat bermanfaat bagi seseorang yang didiagnosa pada tahap AIDS dan hal ini bahkan bisa memperpanjang harapan hidup yang bersangkutan. Namun dari studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang segera mendapat ARV begitu dia terinfeksi memiliki lebih banyak keuntungan di bandingkan dengan seseorang yang mendapatkan ARV begitu dia didagnosa pada tahap AIDS.

Artikel ini di tulis dari rangkuman artikel yang diambil dari:

  1. dari situs CDC : About HIV https://www.cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Factagainstaids%2Fbasics%2Fwhatishiv.html
  2. dari situs HIV.gov: About HIV and AIDS https://www.hiv.gov/hiv-basics/overview/about-hiv-and-aids/what-are-hiv-and-aids
  3. Symtoms and Stages ; https://www.avert.org/about-hiv-aids/symptoms-stages

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *