fdc arv atripla

Beberapa bulan belakangan teman-teman yang menggunakan regimen ARV FDC (Fixed Dose Combination) sudah tidak bisa menggunakan ARV jenis ini diakibatkan stok yang tidak ada. Namun, berita baiknya adalah teman-teman tidak perlu mengganti jenis ARV yang sudah dikomsumsi selama ini disebabkan pemerintah telah menyediakan versi protolannya.

Mungkin tak sedikit diantara kita yang kaget tiba-tiba kok diberi tiga botol dimana biasanya hanya diberikan satu botol. Didalam benak pikiran teman-teman mungkin ada yang beranggapan ‘kok jadi banyak ya obat yang saya minum?

FDC sama versi protolanan, dimana perbedaannya?
FDC atau fixed dose combination sebenarnya terdiri dari tiga jenis ARV yang dijadikan satu tablet. Jika kita baca bungkus FDC maka disana akan terdapat tulisan komposisinya, yaitu Tenofovir disoproxil fumarat, lamivudin, dan efavirenz. Perhatikan box FDC dibawah ini.

ARV FDC atau atripla

Karena stok FDC yang tidak ada maka teman-teman pasti menerima tiga kotak obat seperti yang saya perlihatkan di bawah ini,

Nah kalau kita baca satu botol di paling kiri isinya dalah tenofovir disoproxil fumarat, yang tengah itu botol lamivudin, dan yang paling ujung kanan adalah efavirenz. Jadi jika kita bandingkan dengan FDC maka obat yang kita dapatkan sebenarnya adalah sama. Namun yang versi kali ini kita menerima versi singlenya atau versi tunggal dari masing-masing ARV.

Lalu bagaimana cara minumnya?
Cara minum jenis yng protolan ini tentu saja jamnya mengikuti ketetapan yang teman-teman miliki, jika minum ARV nya jam 10 malam maka ketiga obat diatas juga diminum di jam yang sama. Namun perlu diperhatikan bahwa tenofovir dan efavirenz masing-masing diminum satu tabler, sedangkan lamivudin sekali minum dua butir.

Apakah jenis yang protolan ini akan menimbulkan efek samping?
Disebabkan obat yang sebenarnya kita terima adalah sama, maka secara teknis tidak akan ada lagi efek samping yng kita alami, atau istilahnya kita akan beradaptasi kembali. Banyak teman juga menyatakan bahwa minum versi yang protolan tidak menimbulkan efek sama sekali, beberapa teman mengelami sedikit gliyeng beberapa hari dan akhirnya kembali normal.

Apakah efektifitas obat tetap sama?
Ya, disebabkan obat yang kita terima adalah sama, maka tentu saja efektifitas obat tetap sama seperti FDC.

Kendala yang dihadapi saat minum pengganti FDC versi protolan
Beberapa teman menyatakan bahwa minum 4 pil (1 pil tenofovir, 1 pil efavirenz, dan 2 pil lamivudin) dibandingkan dengan minum satu tablet saja kurang efisien. Dalam arti, kita harus minum satu persatu, kemudian tentu saja air yang dibutuhkan juga lumayan lebih banyak.

Belum lagi tempat penyimpanan, jika terbiasa menggunakan kotak obat yang ruangannya kecil maka jika diisi dengan empat pil ditiap kotak obat maka akan terlihat penuh. Hal ini tentu saja adakalnya membuat ribet jika kita membawa obat untuk bepergian. Logikanya, daripada membawa tiga botol obat kemana-mana, lebih enak membawa satu botol saja.

Kapan kira-kira FDC datang kembali?
Kita berdoa saja yang terbaik supaya pemerintah bisa menyediakan FDC kembali, sehingga kita bisa mengkonsumsinya kembali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *