Divonis HIV AIDS Bukan Berarti Divonis Mati

Square
HIV AIDS bukan lagi vonis tentang kematian
HIV AIDS bukan lagi vonis tentang kematian

Bayangkan jika Anda saat ini duduk diruangan sebuah klinik dan tengah menanti hasil tes VCT, kemudian petugas menyerahkan sebuah amplop berisi hasil tes. Dan ternyata setelah dibuka hasilnya adalah ‘Anda positif HIV’

Apa yang ada di benak Anda sekarang?

“Perasaan takut akan kematian yang akan datang segera menjemput, yang sebelumnya kita akan sengsara dengan berbagai penyakit yang menyerang tubuh kita? ”

Yep, sebagian besar orang yang pertama kali divonis positif HIV AIDS memang merasakan hal tersebut diatas. Tapi untuk saat ini “Divonis HIV AIDS bukan berarti divonis mati”.

 

Pengobatan HIV yang begitu maju saat ini telah membawa dampak penderita HIV AIDS bisa bertahan hidup seperti layaknya orang normal. Ini artinya ODHA (Orang dengan HIVS AIDS ) bisa mencapai usia tua hingga 60 tahun keatas, asalkan mereka mau menjalani terapi ARV.

 

Saat ini memang tak sedikit kasus ODHA yang tidak bisa ditolong. Umumnya ODHA yang mengalami hal demikian telat melakukan pemeriksaan, mengetahui dirinya positif sudah dalam keadaan sakit yakni banyak infeksi dimana-mana, atau tidak patuh minum ARV yang memang harus di konsumsi seumur hidup.

 

Teman, jika Anda saat ini di vonis HIV AIDS maka tak perlu berkecil hati atau bahkan STRESS, diluar sana banyak ODHA yang hidup seperti layaknya orang normal. Kuncinya segera temukan pengobatan ke rumah sakit yang melayani ARV.

 

Sekali lagi saya tekankan divonis HIV AIDS bukan lagi divonis mati, Anda masih bisa berkarya seperti orang lainnya.

 

Salam hangat dan tetap semangat yaaaa, jangan lupa konsumsi terus ARV nya. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *