Cerita Hussain Turk Yang Positif HIV

Hussain Turk dibesarkan di Kalamazoo, Michigan oleh keluarga imigrant dari Pakistan. Keluarga Turk datang ke Amerika sebagai imigran pada saat dia berusia 20 tahun, sebagai keluarga imigran maka keluarganya memiliki banyak harapan hidup di negara yang baru.

 

Turk dibesarkan dalam keluarga yang bernuansa islam. Tidak hanya mereka diwajibkan untuk sholat lima waktu serta berpuasa tapi mereka juga terlibat dalam komunitas islam lokal yang membahas isu islam secara nasional maupun internasional.

 

Salah satu aktifitas yang pernah diikutinya adalah bersama ayahnya mengikuti protes mengenai invasi Iraq di Washington. Dan dalam kehidupan sosialnya dia selalu diidentifikasi sebagai seorang muslim. Kewajiban sebagai muslim harus d dahulukan terlebih dahulu baru hal yang lain menyusul katanya. Hal ini membuatnya tertekan sebab dia juga merasa bahwa dirinya adalah seorang GAY.

 

cerita odha positif hussain turk

Lalu terjadilah peristiwa 9/11 dimana hal ini membuatnya mengalami krisis identitas tentang negaranya, agamanya, serta seksualitasnya. Perlahan Turk pun bisa menangani krisis tersebut dengan cara bergaul bebas layaknya gay pada umumnya seperti mengikuti banyak party dan hal-hal lain yang membuat kita merasa kecanduan.

 

‘saya benar-benar telah menghancurkan diri saya saat itu’, katanya.
‘saya kemudian menjalani tes hepatitis C dan ternyata hasilnya positif, tingkah lakuu merusak diri sendiri selalu menjadi isu dari komunitas dan bukannya isu personal,’ imbuhnya.

 

Enam bulan lamanya dia menjalani terapi untuk Hep C dan berhasil menyelesaikan studi di Kalamazoo College. Setelah lulus dia berhasil mendapatkan kerja di dinas sosial yang menangani Leadership Development. Pekerjaan yang dia dapatkan ini membuat dia bisa ikut ke dalam National LGBT Conference.

 

‘Nah diacara itulah saya dikenalkan dengan istilah queer Muslim.’

 

Dimana mereka telah mengubah cara pandang saya mengenai bagaimana Islam memandang homoseksualitas dan saya berfikir bahwa saya bisa menjalani dua bagian kehidupan saya secara bersamaan, yakni sebagai muslim dan gay.

 

Sayangnya 1,5 tahun setelah dia didagnosis Hep C diapun dinyatakan positif HIV.

 

‘Saya sudah berpengalaman dengan segala bentuk pengobatan jadi saya rasa saya bisa mengani pengobatan HIV, tapi hal yang tidak kuat saya rasakan adalah masalah batin saya,’

 

Diperlukan waktu dua tahun bagi Hussain untuk bisa membangkitkan semangat hidupnya kembali. Fokus terhadap dia harus melakukan yang terbaik membuatnya terbantu untuk kembali bersemangat. Bukan hanya itu keluarganya juga memberikan dukungan kepadanya.

 

‘Saya tahu keluarga saya tidak mudah menerima kenyataan bahwa saya adalah gay. Seperti layaknya keluarga imigran yang lain tentu mereka berharap banyak pada saya. Saya melakukan hal liar saat berusia 14,15,16,17 seperti layaknya gay lainnya. Namun saat saya dinyatakan positif HIV, mereka semua memberikan dukungan pada saya. Ibu saya adalah pendukung terbesar saya, dan saya juga dekat dengan adik dan kakak saya,’ Hussain menambahkan ceritanya.

 

Setelah menangani berbagai hal yang berhubungan dengan diagnosis positif HIV , Hussain pun menerima beasiswa untuk melanjutkan sekolah hukum di Los Angeles, UCLA School of Law dan dia pindah ke LA July 2013.

 

Dulu saya banyak berhubungan dengan orang yang kecanduan, melakukan terapi dan kesulitan untuk mengakses badan-badan hukum untuk kepentingan mereka. Seperti yang kita ketahui bahwa lembaga hukum di disain untuk membuat kita merasa bersalah dan jika kita tidak memiliki sumber yang cukup untuk membela kita maka tentu kita tidak memiliki kesempatan yang bagus.

 

‘ada saatnya pertama dinyatakan positif maka kamu merasa hidup sendiri, terisolasi, dan merasa kesepian. Saya saat itu tidak pernah berfikir bisa pindah dari Kalamazoo, namun sekarang saya bisa meninggalkan kota itu bahkan hingga lulus dari UCLA Law Schol’. kata Hussain.

 

Saat ini Turk berkerja di L.A HIV Law Policy Project yaitu lembaga yang memberikan layanan hukum gratis bagi penduduk LA. Rasanya saat ini saya membuka lembaran baru dalam hidup saya.

 

Hussain pun memberikan nasihat bagi gay yang baru didagnosis positif HIV, ‘lingkupi diri kamu dengan orang-orang yang mendukungmu. Orang-orang yang jug apositif dan melewati banyak hal. Carilah komunitas yang bisa membantumu dan ambilah manfaat darinya. Dengan cara ini hidup sebagai ODHA akan jauh menjadi lebih mudah dan baik,’

Dikutip oleh TemanSehati dari HIVPositiveMagazine.