Bukankah Kita Butuh Teman?

Square

mencari teman gay

Menyandang status sebagai ODHA tidaklah mudah. Banyak hal yang kita pikirkan saat pertama kali mengetahui bahwa diri kita positif HIV, seperti tak ingin cepat mati, ingin tetap sehat, ingin tetap mengejar cita-cita dan pikiran-pikiran lainnya yang saat itu banyak menghantui kita.

 

Menjadi odha sekaligus Gay mungkin perasaan-perasaan itu lebih kompleks lagi, misalnya jika pengobatan ARV saya berhasil akankah dikemudian hari saya akan hidup sendiri? tanpa istri, tanpa pasangan, tanpa anak, yup sendirian dimasa tua. Kehidupan macam apakah ini?

 

Yup memang sih perasaan sendirian itu sering hinggap di hati saya. Sejak ditinggal BF meninggal enam tahun yang lalu hingga saat ini saya belum menemukan satu orang pun yang cocok dengan saya. Bahkan adakalanya dalam pikiran saya terlintas kalau saya sudah mengalami masa-masa pacara itu dan sekarang giliran Tuhan memberikan masa lain yang harus saya ikuti prosesnya.

 

Kadang iri juga sih melihat begitu mudahnya beberapa teman  bisa menemukan pacar dengan cepatnya, beberapa teman bisa menikmati kesendiriannya bersama keluarga, atau bahkan melihat teman yang menikmati hidupnya berjalan seperti apa adanya.

 

Disinilah pentingnya kenapa kita butuh teman, seorang teman yang mengajak kita gila-gilaan melakukan sesuatu, seorang teman yang tanpa malu kita berbagi perasaan kita, seorang teman yang ga marah walau kita mengganggapnya pacar, atau teman yang siap berbagai disaat kita benar-benar membutuhkan?

 

Sungguh aneh jika kita melihat misalnya lima tahun kebelakang. Siapa teman-teman kita yang masih bertahan hingga saat ini? atau mungkin banyak teman-teman kamu yang datang pergi silih berganti.

 

Percayalah, hidup didunia ini tidak hanya berfokus pada diri kita. Tapi apa yang kita berikan kepada keluarga kita, apa yang kita berikan kepada teman, dan lebih luas lagi apa yang kita berikan kepada orang lain.

 

Selamat menikmati puasa hari kedua teman! tetap semangat ya.

 

Salam sayang dr temanmu yang juga ODHA 🙂

Comment

2 Replies to “Bukankah Kita Butuh Teman?”

  1. Please kontak saya via email *********

    Kisah hidupnya hampir sama dan saya lg butuh teman buat cerita..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *