Berita Pengobatan HIV Terbaru: Rekayasa 3 Jenis Antibodi Mampu Musnahkan 99% Strain HIV

Square

Terobosan besar dalam bidang kesehatan berhasil dibuat oleh para ilmuwan dimana penelitian mereka berhasil membuat vaksin yang efektif guna melawan virus HIV.  Hasil studi ini membuka kemungkinan pencegahan serta pengobatan penyakit yang belum ditemukan obatnya ini.

 

Pengobatan hiv terbaru

Mengapa HIV susah disembuhkan?

Saat virus HIV menginfeksi seseorang maka virus ini akan mencari sel cd4 dimana sel ini merupakan bagian dari sistem imun tubuh. Jika virus berhasil menemukan sel cd4 maka virus akan membajak sel ini guna memproduksi bagian-bagian virus dengan demikian virus-virus HIV baru bisa diproduksi dan sel cd4 akhirnya rusak. Virus yang baru terbentuk ini akhirnya akan mencari sel cd4 yang baru guna mengulang proses yang telah disebutkan diatas. Oleh sebab inilah individu yang telah terinfeksi virus HIV dalam jangka waktu tertentu sistem imunya rusak sehingga yang bersangkutan mudah terkena penyakit lain seperti tuberkulosis (TB), toksoplasma, meningitis, diare kronis, pneumonia, dan lainnya.

Tubuh sebenarnya sudah memiliki pertahanan guna membasmi berbagai benda asing seperti bakteri, jamur, atau virus dimana bersifat merugikan yang masuk ke dalam tubuh. Jika berbagai mikroorganisme ini masuk ke tubuh kita maka secara otomatis tubuh kita akan memproduksi antibodi yang dapat melawan berbagai hal diatas.

Sayangnya HIV adalah virus yang sangat cerdas. Jika tubuh sudah memproduksi antibodi untuk melawan virus ini maka virus akan bermutasi dan berubah. Dengan demikian keturunan (strain) HIV yang baru tidak bisa dikenali oleh antibodi tubuh. Jika strain ini kemudian dikenali oleh antibodi lagi maka virus akan mengalami mutasi lagi membentuk strain-strain yang baru. Inilah salah satu faktor kenapa sampai sekarang infeksi HIV susah untuk ditemukan obatnya.

Hanya sedikit orang di muka bumi ini dimana jika mereka terinfeksi HIV maka mereka memiliki sistem pertahanan yang disebut sebagai ‘broadly neutralizing antibody (BNA)’. Antibodi jenis BNA mampu secara kontinyu untuk membasmi sejumlah strain HIV. Darisinilah beberapa kumpulan peneliti berfokus untuk mengembangkan BNA guna menemukan obat HIV.

 

Rekayasa Broadly Neutralizing Antibody (BNA) Oleh U.S National Institute of Health & Perusahaan Farmasi Sanofi 

Kerjasama antara ilmuwan dari U.S National Institute of Health dan perusahaan farmasi Sanofi berhasil merekayasa dan memproduksi antibodi yang dapat memusnahkan 99% strain HIV. Tiga BNA unik dikombinasikan untuk menghasilkan tiga jenis antibodi yang dapat melawan tiga bagian virus HIV, dan hasilnya antibodi ini efektif untuk mencegah terjadinya resistnsi terhadap virus HIV.

 

Dr. Gary Nabel seperti yang dikutip TemanSehati dari laman BBC menyatakan bahwa antibodi yang telah direkayasa oleh ilmuwan lebih efektif dalam melawan HIV dibanding BNA yang alami. BNA tunggal hanya mampu memusnahkan 90% strain hiv yang ada didalam tubuh sedangkan gabungan antibodinyang telah dibuat oleh tim peneliti mampu menghilangan 99% strain HIV.

 

Ilmuwan menginjeksi 24 monyet dengan antibodi yang telah dibuat kemudian menginfeksi mereka dengan virus HIV. Hasil penelitian menunjukkan tidak satupun monyet-monyet percobaan ini menunjukkan adanya perkembangan virus HIV.

“Kombinasi dari tiga jenis antibodi ini dimana mereka bekerja terhadap bagian virus yang berbeda menghasilkan pertahanan yang efektif guna melawan virus sehingga hal ini memungkinkan menjadikan pengobatan HIV berdasarkan antibodi,” demikian tutur Dr. Anthony Fauci selaku direktur U.S National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan ini akan menjadi sebuah terobosan besar untuk penemuan obat HIV dimana hingga sekarang orang yang terinfeksi HIV harus mengkonsumsi ARV seumur hidup mereka. Walaupun terapi ARV telah sukses membuat para pasien HIV untuk bisa hidup sehat dan berkarya tentu saja dihati mereka merindukan ditemukannya pengobatan HIV. Uji coba pada manusia dari versi penelitian diatas akan dilakukan oleh tim peneliti pada tahun 2018.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *