Begini Rasanya Kehilangan Seorang Teman ODHA

 

Saya kaget membaca status salah satu teman saya yang menuliskan ‘RIP MrX’, saking kagetnya saya langsung kirim bbm pada MrX yang ternyata di status BBM MrX sudah tertulis ‘ini adiknya, kak MrX sudah dipanggil Tuhan’. Singkat kata adiknya yang membalas bbm saya membenarkan bahwa MrX sudah meninggal dunia.

Kira-kira Maret lalu, MrX ini dirawat dirumah sakit dengan keluhan badannya lemas akibat pengaruh awal minum ARV. Memang sih MrX ini telat minum ARV nya. Ketakutan akan efek samping minum ARV, dan belum siap untuk harus minum ARV seumur hidupnya membuat MrX menunda untuk minum ARV hingga dua bulan dari dia divonis positif HIV.

Sekitar enam bulan tidak ketemu, melainkan hanya chating via bbm saja yang seringkali dia mengatakan kondisinya sehat, dan tak kekurangan apapun. Tapi kenapa hari ini mendengar kabar kematiannya sontak membuat kami semua teman-teman sesama odha yang mengenalnya bertanya-tanya apa yang menyebabkan dia begitu cepat meninggalkan dunia ini?

– apakah dia tidak teratur minum ARV?
– apakah dia ada komplikasi lain?
– apakah dia stress dan depresi?
– apakah dia sudah patah semangat

atau memang ini sudah rencana Tuhan?

Sayang sekali, saya dan beberapa kawan lain yang berkunjung ke rumah duka tidak mendapatkan orang sama sekali, disebabkan semua pergi ke acara pemakaman. Hanya ada tetangga yang menerima kehadiran kami. Tapi ada sesuatu yang membuat saya begitu tercengang dan kagum terhadap Mr X. Bertepatan dengan kehadiran kami, datang pula guru SMK Mr X yang menjelaskan beberapa cerita singkat si MrX.

Ternyata MrX adalah orang yang pandai dikelasnya, santun dan sopan terhadap guru, bawaannya selalu rapi, dan dia pernah mendapat program untuk pergi ke Australia. Wow!. Saat ini pun dia masih berstatus mahasiswa dan sayangnya gelar sarjana pun tidak didapatkannya sebab dia keburu menghadap Tuhan.

Kenapa begitu banyak ornag meninggal akibat HIV /AIDS? bahkan banyak dari mereka yang berusia masih dua puluhan. Bayangkan teman saya ini baru berusia 23 tahun!

Kenapa banyak gay yang tidak mau mencari informasi tentang HIV/AIDS agar bisa bertahan hidup? Di vonis HIV/AIDS bukan berarti vonis mati, semakin dini diketahui maka semakin mudah penanganannya dan semakin besar kesempatan kita untuk bisa bertahan hidup.

Yuuk, teman jangan sampai MrX – MrX yang lain berguruan dan menyerah hanya karena HIV AIDS, Jika kamu beresiko segera ketahui status HIV kamu!
Salam penulis yang sedang bersedih hati