Bagaimana Berdamai Dengan Diri Sendiri Setelah Mengetahui Status + HIV

Square

cara-menerima-diri-bahwa-kita-positif-hiv

Reaksi yang pertama kali kita lakukan saat diri mengetahui bahwa kita positif HIV tentu saja kebanyakan orang adalah sedih sedalam-dalamnya, bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata hingga menangis. Momen itu terasa dunia kita berhenti untuk sesaat, masa depan terasa sangat buram, impian dan cita-cita pun rasanya jauh untuk bisa didapatkan.

 

Sedih? Ya, Marah? Ya, Bingung? Ya, Menyangkal pada diri sendiri? Ya,  seolah-olah ada beban yang sangat besar menimpa diri kita dan kita tidak mampu untuk berdiri kembali.

 

Baca disini divonis hiv bukanlah vonis mati!

 

Kesulitan penerimaan diri setelah mengetahui status HIV+
Orang yang terinfeksi HIV mengalami banyak kesulitan  dengan penerimaan status HIV mereka. Kesulitan ini biasanya berawal dari pikiran-pikiran negatif yang ada di benak mereka. Contoh hal-hal negatif ini adalah:

# Tidak percaya bahwa dirinya sudah terinfeksi dan masih terdapat penyangkalan dalam diri

# Percaya bahwa dengan terinfeksi HIV kehidupannya tidak akan lama lagi di dunia ini

# Ketakutan yang besar bagaimana masa depan, keluarga, pekerjaan, atau bahkan pula kehidupan sosialnya jika status HIV mereka diketahui.

# Ketakutan akan rasa tidak memiliki kehidupan seksualitas

# Rasa takut akan harus minum obat sepanjang masa sisa hidupnya

# Merasa dirinya hina dan penyesalan terhadap kehidupan yang telah lalu yang membuat semakin rendahnya kepercayaan diri

# dll

 

Baca disini bagaimana bisa seseorang  bertahan hidup 30 tahun  bersama HIV

 

Ketakutan diatas dapat membuat orang yang baru mengetahui status HIV nya bisa mengalami stress dan depresi. Bahkan hal-hal diatas bisa saja membuat Orang dengan HIV yang awalnya sehat menjadi drop atau sakit akibat terlalu banyak pikiran.

 

So, apa yang bisa kita lakukan sebagai ODHA newbie dalam keadaan yang demikian? Menurut modul pencegahan positif HIV Anda bisa menguraikan permasalahan yang ada menjadi tiga kategori sebagai berikut:

#1 kesulitan yang bisa diatasi sendiri
#2 kesulitan dimana saya membutuhkan bantuan untuk mengatasinya
#3 kesulitan yang sanbat sulit diatasi

 

Nah buatlah daftar di notes Anda mengenai tiga hal diatas, dengan cara ini maka kita bisa mencari solusi yang terbaik berdasarkan kriteria diatas.

 

Segeralah mencari dukungan
Berapapun sulitnya masalah yang Anda hadapi dalam penerimaan status sebagai orang dengan HIV+, saya sarankan Anda untuk memaksa diri Anda agar Anda bisa mencari sesuatu hal yang bisa dilakukan guna mengatasinya.

 

Saya contohkan sebagai berikut, jika mungkin pada awal status Anda positif HIV terkena infeksi oportunistik maka setidaknya tanamkan dalam pikiran Anda bahwa kita bisa sembuh dari infeksi penyerta itu dengan cara berobat rutin ke dokter.

 

Segeralah mencari dukungan dari orang yang tepat, dukungan ini bisa berasal dari orang yang sama positifnya (sehingga Anda punya role model), dari keluarga, pasangan, LSM, petugas layanan, teman, atau siapapun yang bisa membuat Anda nyaman dan bisa menyelesaikan setiap kesulitan yang ada.

 

Segeralah berindak
Setelah Anda memilah-milah tingkat kesulitan yang dihadapi dan sudah menentukan siapa kira-kira yang bisa di tarik untuk mendapatkan dukungan, maka langkah selanjutnya adalah segera bertindak.

 

Saya contohkan ya……

# Jika kesultitan yang Anda hadapi di awal adalah stress dan depressi maka setidaknya Anda bisa curhat ke orang lain, menemukan teknik untuk melepas stress contohnya ikut program Yoga, atau mencari kegiatan yang bisa menyeimbangkan pikiran.

 

# Jika kesulitan yang Anda hadapi adalah berasal dari anggota keluarga maka carilah anggota keluarga yang benar-benar bisa mensuport Anda. Saya rasa pasangan (istri, BF) atau mama jika Anda masih bujang adalah contoh orang memiliki kemungkinan besar bisa memberikan dukungan.

 

Ingat ya bro…….kita terinfeksi HIV itu 100% bukan semata-mata karena kesalahan kita! kok bisa? kesalahan-kesalahan ini adalah kesalahan kumulatif dari:

# diri sendiri yang kurang paham bagaimana penularan HIV

# pemerintah yang mungkin tidak pernah memberikan pengetahuan tentang HIV AIDS saat kita disekolah

# salah ortu yang tidak pernah memberikan pendidikan seks pada kita

# salah pasangan kita yang ga mau memakai kondom

# dll

 

Baca disini saya terinfeksi HIV salah siapa coba?

 

Jadi yang perlu kita lakukan sekaran adalah secara pelan-pelan menerima bahwa dalam tubuh kita terdapat virus HIV, dan bagaimana kita bisa memikirkan kehidupan kita kedepannya itu menjadi jauh lebih baik dan berguna. Alhamdulillah loh bro kita diberi kesempatan kedua untuk bisa hidup jauh lebih baik dan melakukan kebaikan lebih banyak lagi untuk sesama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *