ATRIPLA

Square

efek samping atripla
Saat ini odha tidak perlu khawatir untuk minum banyak obat ARV sebab baru-baru ini pemerintah merilis ARV jenis FDC (Fixed Dose Combination) dimana dalam sehari kita hanya minum sekali.

Yang beredar di Indonesia saat ini produk FDC yakni dengan nama ‘ATRIPLA’. Setiap tablet atripla terdiri dari 600 mg of efavirenz, 200 mg of emtricitabine and 245 mg of tenofovir disoproxil (sebagai fumarat). ARV jenis ini dipakai untuk terapi ODHA dewasa atau anak-anak diusia minimal 12 tahun dengan bb setidaknya 40 kg).

Efek umum konsumsi Atripla
Pada awal konsumsi atripla biasanya pasien mengalami pusing, mual, gangguan susah tidur, atau gangguan konsentrasi, maupun mimpi buruk. Efek ini akan berkurang jika Anda mengkonsumsi atripla menjelang jam tidur dan dalam keadaan perut kosong. Beberapa minggu setelah konsumsi atripla efek ini akan hilang dengan sendirinya.

Efek umum yang juga bisa dialami adalah rasa lelah, rasa tidak nyaman pada perut, muntah, sering buang gas, dan diare.

Kemungkinan efek yang juga bisa timbul adalah:

Berpindahnya lemak tubuh ke bagian lain sepertii tubuh bagian atas dan leher. Kehilangan lemak di bagian kaki, lengan dan wajah.

Perubahan warna kulit

Kemungkinan efek samping pengguna atripla yang lain

Permasalahan psikiatrik yang serius
depresi berat, timbulnya pemikiran yang aneh-aneh, menjadi lebih mudah marah telah dilaporkan dalam sejumlah kecil pasien. Beberapa pasien memiliki pikiran untuk bunuh diri dan permasalahan ini akan lebih mungkin terjadi jika pasien sebelumnya menderita sakit jiwa.

Permasalahan ginjal
(termasuk didalamnya berkurangnya fungsi ginjal dan gagal ginjal). Jika Anda memiliki permasalahan dengan ginjal atau mengkonsumsi obat yang dapat merusak ginjal maka dokter Anda akan menyarankan pemeriksaan darah secara reguler. Gejala sakit yang berhubungan dengan ginjal antara lain tingginya volume urin, haus, nyeri otot, atau lemahnya otot).

Permasalahan hati yang serius
Beberapa pasien dialporkan mengalami gangguan hati yang cukup serius. Namun pada umumnya hanya terjadi pada pasien yang sebelumnya memiliki riwayat gangguan hati seperti hepatitis.

Berkurangnya densitas tulang
Beberapa pasien yang menjalani terapi dengan tenofovir DF yang salah satunya adalah komponen atripla mengalami penurunan densitas tulang atau osteopenia.

Oh ya jangan dipikirkan efek samping untuk penggunaan jangka panjang ya sebab manfaat atripla bagi odha masih jauh lebih besar 🙂 jadi jangan takut untuk memulai terapi atripla.

Informasi diatas dikutip dari laman http://www.atripla.com/index.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *