Apa Yang Saya Lakukan Setelah Saya Positif HIV?

Banyak gay yang bingung saat pertama kali mereka di vonis positif HIV. Dunia rasanya berhenti berputar dan saranya tidak ada harapan lagi untuk hidup, takut akan mati, takut akan tidak punya teman, perasaan dijauhi keluarga, atau bahkan tidak tahu harus berbuat apa.

Guys, jika kamu saat ini divonis HIV positif maka saya katakan, dunia kamu belum berakhir dan kamu masih bisa melanjutkan hidupmu. Kamu tidak sendirian, diluar sana banyak kok gay yang positif 🙂

So, apa yang kamu lakukan setelah mengetahui statusmu positif?

1. Hubungi pihak keluarga yang bisa dipercaya,
orang tua atau kakak dan bicaralah jujur mengenai keadaan Anda saat ini. Tentunya tindakan ini tidak mudah, tapi semakin awal pihak keluarga mengetahui status kamu itu semakin baik, kenapa? sebab suport keluarga sangat penting dan ini memberi kita dorongan untuk bisa tetap sehat. Alternatif lain jika kamu tidak ingin memberitahu keluargamu adalah pilih teman yang bisa dipercaya, saya bilang dipercaya adalah teman yang memang sudah berteman dengan kamu setidaknya lebih dari 5 tahun.

2. Merapatlah ke rumah sakit rujukan

Ada dua kemungkinan saat Anda di vonis hiv yakni,

a. Anda positif HIV dan saat ini sedang sakit (mengalami infeksi oportunitis)
Anda sebaiknya segera berobat ke RS guna mendapatkan pertolongan, semakin cepat jenis infeksi yang menerpa kamu diketahui maka semakin cepat pula pemulihan yang kan kamu dapatkan. Intinya adalah jika kamu dalam keadaan sakit maka teruslah berfikir positif dan mengikuti saran dokter. Tinggalkan segala aktifitas kamu sebab yang paling penting saat ini adalah kamu cepat sehat. Ketahuilah bahwa infeksi yang menyertai orang yang pertama kali di vonis hiv rata-rata bisa disembuhkan.

b. Anda positif HIV tapi keadaan Anda masih sehat
Jika kamu masih sehat tapi statusmu sudah positif HIV maka dokter akan menyarakankan untuk melakukan tes CD4 dan tes darah lengkap. Beberapa tes untuk mengetahui ada tidaknya infeksi mungkin dilakukan oleh dokter. Jika CD4 Anda dibawah 500 maka mau tak mau segeralah untuk melakukan terapi ARV. Jika CD4 Anda masih diatas 500 maka Anda boleh menunda terapi ARV, tapi rutinlah untuk selalu memeriksakan kesehatan Anda.

3. Carilah kelompok dukungan sebaya
Kelompok dukungan sebaya (KDS) biasanya ada disetiap rumah sakit, dengan bergabung bersama mereka maka Anda tidak akan merasa sendiri, dan memudahkan kamu untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai HIV dan AIDS.

4. Jangan percaya bahwa sudah ada bat HIV diluar sana
Obat HIV yang ada sampai saatini hanyalah ARV, terapi ARV mampu membuat ODHA (orang dengan HIV positif) untuk bisa hidup seperti orang normal lainnya dan Anda bisa bertahan hingga usia manula. Jangan percaya dengan obat herbal atau obat lain yang katanya bisa menyembuhkan ARV. Kepercayaan dengan hal ini akan bisa merugikan kesehatan Anda.

5. Beritahu patner Anda
Kamu gay? dan saat kamu dinyatakan positif statusmu masih berpacaran maka ada baiknya kamu berterus terang pada pasanganmu. Ajaklah pasangan kamu untuk melakukan tes VCT juga. Kemungkinan jika kamu positif dan kamu pernah berhubungan tanpa kondom maka pasangan kamu juga bisa positif.

Sekali lagi nasehat saya, jika kamu gay positif HIV maka segeralah mencari pertolongan dokter. Terapi ARV bisa membuat kamu hidup lebih lama hingga usia lanjut. Jadi tetep semangat dan terus membaca blog ini yaaa 🙂