Apa Itu IRIS?

Juma’at kemarin terdapat teman yang katanya baru memulai sebulan terapi ARV namun ternyata di tubuhnya keluar beberapa tanda infeksi oportunistik. Kata dokter yang bersangkutan terkena IRIS. Apa itu IRIS? Yuk kenali IRIS yang sering menyerang orang dengan HIV- AIDS disini.

Definisi IRIS
IRIS adalah kependekan dari Immune Reconstitution Inflammatory Syndrome atau dalam bahasa indonesia di sebut sebagai sindrom pemulihan sistem kekebalan tubuh. Beberapa orang yang baru masuk terapi ARV, biasanya sebulan atau dua bulan malah mengalami kasus berkembangnya beberapa gejala infeksi seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, infeksi pada kulit, sakit kepala, radang tenggorokan dan sebagainya. Kondisi inilah yang disebut sebagai IRIS.

Umumnya IRIS terjadi pada kasus dimana seseorang memiliki CD4 yang rendah Tapi saat mereka menjalani terapi ARV maka akan terjadi lonjakkan sistem imun di dalam tubuh mereka sejalan dengan ditekannya jumlah virus HIV. Pada saat inilah tubuh memiliki kesempatan yang baik untuk bisa melawan infeksi. Namun terjadinya peningkatan yang cukup signifikan ini pada beberapa orang malah menyebabkan terjadinya peradangan hingga menimbulkan beberapa gejala infeksi. Kondisi yang demikian ini dikenali sebagai sindrom pemulihan sistem kekebalan atau IRIS.

Bagaimana IRIS diobati?
IRIS adalah tanda yang baik bahwa tubuh kita merespon terapi ARV. Artinya tubuh mampu melawan infeksi yang terdapat di dalam tubuh, sistem imun kita semakin kuat. Sebaiknya saat kondisi seperti ini terapi ARV tetap diteruskan. Tidak ada obat khusus untuk terapi IRIS, akan tetapi dapat diobati dengan obat steroid dimana dapat mengurangi radang semnetara namun tetap memungkinkan tubuh memulihkan sistem kekebalannya.