May 4, 2021

Akan Tiba Saatnya Nanti…..

 

Sehat itu rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kita bisa melakukan apa saja, pergikemana saja tanpa merasa khawatir, dan yang lebih penting kita bisa mengejar cita-cita dan impian kita kembali.

Flash back sekitar lima tahun yang lalau disaat saya di vonis HIV positif dan bersamaan dengan itu pula saya dinyatakan terkena infeksi penyerta TB paru. Dunia rasanya runtuh dan kita benar-benar berada di di dalam reruntuhan itu tanpa bisa melakukan apa-apa. Saya masih inget apa doa saya kepada Tuhan. Saya memohon pada Tuhan agar jangan ambil nyawa saya sebab saya masih belum menjadi orang yang berhasil, saya belum bisa membahagiakan orang tua saya, dan cita-cita saya untuk membelikan rumah bagi orang tua saya belum tercapai.

Sebulan setelah dinyatakan positif hiv saya menjalani terapi TB yang mewajibkan saya minum obat selama enam bulan. Temen-temen odha saya yang kena TB paru sering komplain mengenai ukuran obat yang cukup besar dan tahukah saudara bahwa sekali minum harus tiga buah pil. Efekya jangan ditanya dech, mual, kencing warnanya oranye, dan begitu pula dengan pup pertama di pagi hari, belum lagi TB membuat saya selalu keringatan malam hingga membuat kaos yang saya pakai selalu basah oleh keringat kayak orang yang habis pulang dari fitnes.

Perasaan sedih bertambah disaat itu kekasih saya meninggal. Bahkan mendengar kabar BF saya meninggal dari teman, saya tak bisa meneteskan air mata. Entah karena saya merasa shock saat itu atau saya sudah terbiasa dengan penderitaan yang datangnya bertubi-tubi. Saya merasa sendiri, rasanya tidak ada lagi orang yang akan menjaga saya, tak ada lagi orang yang diajak ngobrol, bahkan tak kan ada lagi orang yang akan saya mintai pertolongan jika saya nanti butuh uang. Alhamdulilah sebelum meninggal BF saya sempat memberi saya uang 5 juta buat segala keperluan saya di rumah sakit. Sedih rasanya kehilangan seseorang yang benar-benar tulus menyayangi kita.

Namun saya tak mau berhenti dengan semua itu, segala perintah dokter yang diberikan pada saya saya lakukan. Saya minum obat TB teratur ditambah lagi dengan kotrim yang juga diminum selama enam bulan. Sedikit demi sedikit keadaan saya mulai membaik, kondisi saya yang saat itu lemah bahkan untuk jalan saja guna menempuh jarak 5 meter saya ngos-ngosan kayak orang yang menghabiskan tenaga untuk lari sprint.

Saya inget kebahagian yang pertama yang saya dapatkan selama saya recovery dari sakit saya adalah saya diajak nonton teman saya. Saya masih inget loh filmya Ridho Roma dan saat itu saya menonton di salah satu mall paling megah di kota saya.

Saya juga mulai membenahi pekerjaan saya hingga mulai bisa menghasilkan uang sendiri. Saya juga mulai satu persatu memulai pertemanan, dan saya inget selama enam bulan tak melakukan em el lalu tiba tiba saya mulai berkencan dengan seseorang (tapi tentu saja saya lakukan dengan aman yakni memakai kondom).
Dan yang paling membahagiakan saya adalah saat ini saya bisa merasakan hidup normal seperti orang sehat lainnya. Saya punya banyak teman odha yang care pada saya dan saling mendukung, dan saya masih mengejar cita-cita saya, doakan saya berhasil ya friends 🙂

Kenapa saya tulis cerita saya ini? Saya tahu banyak teman-teman odha yang saat ini terbaring di rumah sakit atau bahkan sedang berjuang melawan sakitnya dirumah. Merasa hidup mereka sudah berkahir, sudah tidak ada harapan lagi. Sudah merasa putus asa, merasa sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Pokonya merasa berada di keadaan paling bawah deh hehehe

Bersabarlah teman, sebab jika kamu bersabar dan terus bersemangat untuk tetap hidup maka nanti akan tiba waktunya giliran kamu yang sehat, akan tiba waktunya kamu bisa bekerja kembali, akan tiba waktunya kamu memiliki teman lagi, akan tiba waktunya kamu bisa em el lagi (kalau semakin dikurangi sih malah bagus), atau bahkan akan tiba saatnya kamu memiliki bf lagi.

Disaat itulah kamu akan merasa menjadi orang yang bahagia, merasa orang yang paling beruntung karena sudah diberi kesempatan kedua oleh Tuhan untuk terus menjalani hidup di dunia ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *