truvada versi indonesia

PrEP singkatan dari Pre-exposure prophylaxis. Pre artinya sebelum, exposure berarti terpapar, sedangkan prophylaxis adalah usaha pencegahan agar tidak terinfeksi. Dengan demikian PrEP adalah upaya pencegahan sebelum seseorang terpapar oleh virus HIV.

Dalam bahasa kerennya PrEP adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi orang yang terinfeksi HIV atau mencegah penularan HIV baru dengan cara individu yang negatif HIV harus minum obat yang juga dipakai sebagai terapi ARV setiap hari agar yang bersangkutan tidak terinfeksi HIV pada saat mereka terpapar virus HIV.

Secara resmi FDA (Food Drug Administration) Amerika telah menyetujui penggunaan Truvada untuk PrEP. Truvada itu sendiri adalah pil yang dikonsumsi setiap hari dimana tablet ini terdiri dari dua regimen ARV yaitu Emtrisitabin (nama dagang Emtriva) dan Tenofovir disproksil fumarat (nama dagang Viread). Jadi sebenarnya yang di pakai untuk profilaksis pencegahan HIV itu sendiri adalah ARV.

Artinya seseorang yang ingin ikut program PrEP secara nyata dia telah mengkonsumsi ARV namun hanya dua regimen alih-alih yang setidaknya tiga regimen jika kita sudah terapi ARV untuk orang yang sudah positif HIV.

Jika dilihat di sosmed tak sedikit orang yang memajang istilah ‘on PrEP’ di profilnya. Sebenarnya jika ditelaah untuk mendapatkan PrEP tidaklah mudah. Apalagi di Indonesia belum ada regulari yang mengatur tentang penggunaan PrEP ( sampai saat ini, tapi berdoa saja mungkin 2 atau 3 tahun akan ada payung hukumnya).

Saya katakan tidak mudah sebab banyak hal yang harus dilakukan, pertama untuk memenuhi syarat PrEP individu harus negatif HIV ini tentu saja dibuktikan dengan tes VCT (Tes HIV) dan setidaknya untuk tiga bulan pertama pemakaian PrEP juga harus tetap negatif. Yang kedua guna mendapatkan proteksi yang maksimum maka individu harus minum pil trivada sekali setiap hari dijam yang sama. Ini sama seperti seseorang yang sudah dinyatakan positif dan harus minum ARV setiap harinya. Minum yang tidak teratur maka akan menurunkan proteksi obat terhadap virus HIV.

Yang ketiga individu yang bisa mendapatkan PrEP adalah seseorang yang rentan terpapar virus HIV contohnya pasangan odha, atau orang yang secara aktif melakukan hubungan seks dengan orang yang beresiko seperti orang yang sering bergonta-ganti pasangan, orang yang tidak mengetahui status HIV nya, atau orang yang sering berhubungan dengan pekerja seks.

Yang keempat adalah efek samping yang ditimbulkan oleh truvada, efek samping ini bisa ringan hingga serius. Efek saming ringan seperti mual, pusing, dan kehilangan berat badan. Sedangkan efek lebih serius seperti memburuknya infeksi hepatitis B. Jika kamu di deteksi memiliki hepatitis B dan menjalani PrEP maka berhenti menggunakan tuvada bisa memperburuk organ hati kamu.

Yang kelima dengan menggunakan PrEP bukan berarti kamu bisa melakukan hubungan tanpa pengaman sebab infeksi menular lainnya masih bisa ditularkan apalagi kehamilan. Truvada tidak bisa menyembuhkan HIV. Truvada bekerja dengan cara memblok enzim HIV reverse transkiptasi. Dengan di bloknya enzim ini maka virus HIV tidak bisa berkembang biak.

Di indonesia sebenarnya truvada sudah ada (lihat gambar diatas), truvada yang ada di indonesia ini saat ini dipakai untuk terapi ARV bersama kombinasi dengan regimen yang lain. Truvada ini tersedia di layanan kesehatan yang ada inisiasi ARV dan disediakan gratis untuk orang yang sudah positif HIV. Truvada untuk penggunaan PrEP belum diatur regulasinya hingga saat ini.

Dengan memandang sisi positif dari truvada sebagai obat yang bisa mengurangi resiko terinfeksi HIV maka kita harapkan segera ada peraturan yang bisa mengatur penggunaan truvada untuk teman-teman komunitas yang memiliki resiko besar terinfeksi HIV.

Kembali lagi ke bagian teman-teman di sosmed yang banyak memakai kata ‘on PrEp’ di profil mereka. Pertanyaannya adalah darimanakah mereka mendapatkan truvada ini? Apakah mereka beli di luar? Saya tidak bisa menjawabnya!

Referensi:
https://www.truvadahcp.com/
https://www.truvada.com/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *