6 Cara Tak Terduga Dimana Gay Bisa Terinfeksi HIV

Diluar sana banyak gay yang masih beranggapan bahwa gay yang akan terinfeksi HIV ditandai dengan penampakkan yang kurus, umumnya bot, atau bahkan mereka yang paling sering memiliki pasangan em el.

 

Sayangnya presepsi ini sering kali salah. Tanpa disadari saat ini mungkin banyak gay diluar sana yang saat ini didalam tubuhnya terdapat virus hiv dengan jumlah yang tinggi hingga mereka beresiko menularkan pada orang lain, tapi mereka merasa sehat dan bugar. Tapi ketakutan mereka untuk melakukan tes VCT membuat para conq ini tidak menyadari bahaya yang menghadang mereka.

Baca disini pentingnya mengetahui status HIV sejak dini

 

Berikut 6 cara tak terduga gay bisa terinfeksi HIV seperti yang dikutip TemanSehati dari HIVEqual.

 

1. Banyak gay yang menganggap pasangannya setia
Adakah gay yang setia? mungkin 1:1 juta kale ya hehehe. Bukannya mengkritik kehidupan gay. Tapi sayangnya banyak gay yang telah menjalani masa pacaran menganggap pasangan mereka setia. Sebulan, setengah tahun, atau setahun pacaran mungkin bisa setia tapi setelah itu mungkin kita tidak tahu bahwa BF kita sudah pernah selingkuh dengan orang lain.

pasangan gay indonesia

Misalkan saya berfikir positif saja, anggaplah pasangan Anda setia. Tapi sebelum pasangan Anda menjatuhkan pilihan ke Anda bukankah dia sudah tidur pernah tidur dengan banyak orang?

Nah inilah pentingnya untuk selalu menggunakan kondom walau kita sudah menemukan pasangan. Atau ada baiknya sebelum merajut tali cinta kalian berdua sama-sama melakukan tes VCT. Dan selalu memakai pelindung saat berhubungan.
2. Alkohol dan obat-obatan adalah pintu gerbangnya

minuman beralkohol bisa menularkan hiv
Gay yang suka alkohol hingga mereka mabuk saat clubing atau memang sering mengkonsumsi alkohol maka seringkali mereka lupa untuk memakai kondom saat melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Saat mabuk kita tak sadar apakah saat berhubungan badan kita menggunakan kondom atau tidak. Begitu juga dengan pengaruh obat-obatan terlarang.
3. Teman kencan Anda HIV+

An HIV-positive person stands near an audience of children at the HIV/AIDS candle memorial in Kibera, Africa's largest slum in Nairobi, Kenya. The ceremony, organized by the African Medical and Research Foundation (AMREF), was part of the International AIDS Candlelight Memorial Campaign. Notes: African Medical and Research Foundation (AMREF) in collaboration with the Ministry of Health, Medic San Frontiers (MSF), Care Kenya, Pathfinder International, CDC, IMC,Maltester Germany, Lea Toto, PLWHA groups and the Kibera community marked an International AIDS Candlelight Memorial ceremony at Mashimoni squatters Primary School in Kibera on Saturday, May 13th, 2006. The International AIDS Candlelight Memorial Campaign aims to help communities honor the memories of those lost to AIDS, to show support for those living with HIV/AIDS, to fight the stigma associated with the disease and to mobilize the community involvement in the fight against it. AIDS as a pandemic has claimed more than 28 million lives globally, with over 42 million people now living with HIV and AIDS. As AIDS continues to ravage communities around the world, the Memorial has become a way for communities to take action by publicly mourning loved ones lost to the disease and by strengthening local and national initiatives towards enhancing the fight against the pandemic. The event brings together a diverse spectrum of people who care about HIV/AIDS, therefore creating a sense of global solidarity, and generating worldwide attention.
An HIV-positive person stands near an audience of children at the HIV/AIDS candle memorial in Kibera, Africa’s largest slum in Nairobi, Kenya. The ceremony, organized by the African Medical and Research Foundation (AMREF), was part of the International AIDS Candlelight Memorial Campaign.
Notes: African Medical and Research Foundation (AMREF) in collaboration with the Ministry of Health, Medic San Frontiers (MSF), Care Kenya, Pathfinder International, CDC, IMC,Maltester Germany, Lea Toto, PLWHA groups and the Kibera community marked an International AIDS Candlelight Memorial ceremony at Mashimoni squatters Primary School in Kibera on Saturday, May 13th, 2006. The International AIDS Candlelight Memorial Campaign aims to help communities honor the memories of those lost to AIDS, to show support for those living with HIV/AIDS, to fight the stigma associated with the disease and to mobilize the community involvement in the fight against it. AIDS as a pandemic has claimed more than 28 million lives globally, with over 42 million people now living with HIV and AIDS. As AIDS continues to ravage communities around the world, the Memorial has become a way for communities to take action by publicly mourning loved ones lost to the disease and by strengthening local and national initiatives towards enhancing the fight against the pandemic. The event brings together a diverse spectrum of people who care about HIV/AIDS, therefore creating a sense of global solidarity, and generating worldwide attention.

Kamu bertemu seorang yang memang tipe kamu banget di Grindr kemudian berlanjut dengan kopi darat. Dia tampak sehat walafiat tanpa kekurangan apapaun ya kayaknya orang normal biasa, hingga akhirnya karena kamu begitu menyukainya akhirnya kalian em el tidak pakai kondom.

 

Memang sih lepas kondom adalah salah satu bentuk kepercayaan, namun menurut CDC Amerika umumnya transmisi HIV sering kali terjadi disebabkan karena salah satu pasangan kencan Anda tidak mengetahui bahwa dia sudah membawa virus yang mengancam sistem imun ini.

 

Jika kalian berdua melewatkan untuk melakukan tes VCT atau bahkan tidak menggunakan kondom maka kemungkinan Anda bisa tertular virus ini.

 
4. Tidak ada salahnya bertanya

bagaimana saya bisa tertular hiv
Seberapa seringkah Anda bertanya pada pasangan kencan Anda bahwa apakah dia sudah pernah tes VCT? bagaimana hasilnya? kapan dia tes VCT dan blablabla. Atau Anda menanyakan langsung apakah kamu positif HIV? Jawaban negatif HIV tidak membenarkan Anda untuk tidak memakai kondom saat berhubungan badan. Dan jika dia positif HIV pun maka setidaknya Anda masih bisa aware untuk bisa selalu melakukan hubungan badan yang terlindungi.

Jadi biasakan bertanya terdapap pasangan Anda tentang statusnya.
5. Top jarang terinfeksi HIV

ciri ciri gay top
Tahukah kamu bahwa 1 dari lima gay yang terinfeksi HIV adalah top. Banyak gay yang masih berfikiran bahwa HIV cenderung dimiliki oleh bottom (tapi memang benar bottom lebih beresiko terinfeksi jika em el tanpa kondom) jadi saat kamu menemukan Top yang kelihatan manly, sehat, dan bugar jangan langsung melayaninya tanpa perlindungan kondom.
6. Pikiran hal ini tidak akan terjadi pada Anda

kenapa gay bisa tertular hiv
Tak sedikit gay yang berfikir bahwa tidak mungkin mereka terinfeksi hiv. Pemikiran inilah yang membuat mereka menunda bahkan tidak mau tes VCT. Saya yakin sebagai gay mungkin dulu Anda pernah melakukan hubungan bdan yang tidak aman yakni tanpa pelindung. Jika Anda sekali saja pernah melakukannya maka Anda wajib tes VCT.

Mengetahui status HIV sejak dini akan membuat Anda lebih mudah mengontrol kesehatan Anda. HIV bisa menginfeksi saja dan dia tidak memandang siapa yang akan dihinggapinya baik gay, straight, pengguna narkoba jarum suntik, penganut seks bebas, bahkan seorang istri pun bisa kena dari suaminya.