27 Januari, 7 Tahun Yang Lalu

Square

27 Januari 2010, saat itu hari Jumat. Sehari sebelumnya saya melakukan tes VCT di salah satu rumah sakit di Surabaya. Karena kondisi saya waktu itu lemas, dibuat jalan pun sudah ngos-ngosan, jadi saya harus berhenti hanya untuk mengatur nafas tiap 5-10 langkah maka sahabat saya pun menemani saya melakukan tes yang amat saya takuti selama saya menjadi GAY.

 

Setelah sholat jumat, saya pun di panggil ke ruangan konsultasi yang waktu itu hanya ada saya dan seorang psikolog sebagai konselor. Sebuah amplop berwarna putih di sodorkan ke saya, sembari sang konselor menawarkan saya untuk membuka sendiri atau dia yang membukakan.

 

Walau sudah saya duga hasilnya 99% adalah positif (sebelum tes BF saya kirim SMS yang mengatakan bahwa dia positif dan menganjurkan saya untuk tes di rumah sakit ini) namun di lubuk hati yang paling dalam kemungkinan 1% masih saya harapkan hasilnya adalah negatif.

 

Dan setelah saya buka hasilnya ‘Saya Positif HIV’

 

———–27 Januari 2017———————————

7 tahun telah berlalu, apakah ini sebuah kebetulan atau tidak namun ini adalah hari yang sama ‘jumuah’. Namun 100 persen kondisi saya berbeda.

 

Saya sehat walafiat, saya seger bugar, dan saya dalam kondisi yang sangat prima. Tahukah kamu bahwa saat artikel ini ditulis saya melakukan perjalan ke Jogja bersama 4 sahabat ODHA saya untuk liburan disana. Alhamdulillah.

 

Saya bersyukur kepada Tuhan YME atas segala karunianya bahwa saat ini saya masih bisa bekerja, saya mengenal lebih banyak orang dengan status positif HIV, saya masih bisa berkarya, dan saya masih bisa mengejar impian saya.

 

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah menyediakan obat ARV Gratis sehingga saya bisa mengaksesnya guna untuk menjaga kondisi badan saya tetap sehat.

 

Satu hal yang saya merasa amat sedih adalah sahabat saya yang 7 tahun lalu telah mengantar saya untuk tes VCT tiga tahun lalu meninggal akibat AIDS. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan. Amin

 

Untuk semua para survivors HIV di Indonesia jangan patah semangat ya, yuk kita bisa melalui tahun demi tahun hingga obat HIV ditemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *